Sejumlah armada operasional BPBD Kabupaten Ngawi terparkir di halaman kantor. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi menilai sejumlah sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki saat ini sudah tidak lagi memadai. Selain armada operasional yang berusia tua, BPBD juga belum memiliki gudang permanen untuk menyimpan logistik dan peralatan kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, mengatakan sebagian besar kendaraan operasional masih dipertahankan melalui perawatan rutin karena usia pakainya sudah cukup lama.
Armada yang membutuhkan peremajaan meliputi truk tangki, kendaraan dapur umum, sepeda motor operasional, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut memengaruhi optimalisasi pelayanan saat terjadi bencana.
“Selama ini kami berupaya menjaga seluruh armada tetap berfungsi melalui pemeliharaan rutin. Namun, karena usia kendaraan sudah cukup tua, tentu diperlukan peremajaan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Prila.
Selain armada, BPBD Ngawi juga menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan logistik. Hingga kini instansi tersebut belum memiliki gudang permanen sehingga masih menyewa tempat di luar kantor untuk menyimpan berbagai perlengkapan kebencanaan.
Akibat keterbatasan tersebut, sebagian peralatan harus ditempatkan di lokasi penyimpanan sementara. Bahkan sejumlah logistik, seperti tandon air, hanya ditutup menggunakan terpal untuk melindunginya dari cuaca.
Prila berharap Pemerintah Kabupaten Ngawi dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut, terutama pembangunan gudang logistik dan peremajaan armada operasional. Menurutnya, sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting untuk mendukung kecepatan serta efektivitas penanganan bencana di Kabupaten Ngawi. (And)










