Prosesi penyerahan Pusaka Kanjeng Kiai Parikesit mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menghadirkan konsep baru dalam peringatan Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi. Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menerapkan efisiensi anggaran.
Salah satu langkah penting yang dilakukan ialah memperkenalkan pusaka baru bernama Kanjeng Kiai Parikesit. Pusaka tersebut diharapkan menjadi warisan budaya (legacy) yang memiliki nilai filosofis sekaligus menjadi simbol semangat transformasi Kabupaten Ngawi menuju daerah yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Nama Parikesit dipilih karena mengandung makna mendalam. Dalam bahasa Sanskerta, Parikesit berarti Sang Pencari, yang dimaknai sebagai sosok inovator yang terus mencari terobosan dan solusi di tengah berbagai tantangan. Filosofi itu diharapkan menjadi inspirasi bagi para pemimpin maupun masyarakat Ngawi dalam membangun daerah di masa depan.
Selain meluncurkan pusaka baru, Pemkab Ngawi juga melakukan penyesuaian terhadap prosesi adat Kirab atau Boyong Pusaka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menempuh rute panjang dari Kedungsolok menuju Ngawi Purba sebelum berakhir di Pendopo Wedya Graha, pelaksanaan kirab tahun ini dipusatkan di kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten, Pendopo, dan Alun-Alun Merdeka Ngawi.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran tanpa mengurangi makna budaya yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
“Ketika kirab budaya itu kan cost-nya lumayan. Di era efisiensi ini, supaya maknanya tidak berkurang tetapi kita tetap bisa berhemat, maka kirab cukup dilaksanakan di sekitar kantor pemda, pendopo, dan alun-alun,” ujar Ony.
Meski berlangsung lebih sederhana, Ony menegaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Jadi Ngawi tetap menjadi prioritas. Kehadiran Kanjeng Kiai Parikesit diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, inovasi, dan strategi pembangunan sehingga Kabupaten Ngawi dapat terus berkembang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perpaduan antara pelestarian budaya dan efisiensi anggaran tersebut menjadi gambaran arah pembangunan Kabupaten Ngawi di usia ke-668. Melalui pendekatan itu, Pemkab Ngawi berupaya menjaga warisan sejarah sekaligus membangun fondasi menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.(Saa)










