Jajaran Dinkes Ngawi, unsur Forkopimcam, dan perwakilan warga berfoto bersama dalam acara peluncuran program penemuan aktif kasus TBC secara “jemput bola” di Balai Kecamatan Paron. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan menggelar program Active Case Finding of Tuberculosis atau penemuan kasus TBC secara aktif menggunakan Portable X-Ray.
Kegiatan kick off program tersebut berlangsung di Balai Kecamatan Paron, Selasa (19/5/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia dalam percepatan eliminasi TBC tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, mengatakan penggunaan Portable X-Ray menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pemeriksaan TBC di masyarakat, terutama bagi warga yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
“Penanggulangan Tuberkulosis merupakan salah satu bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia. Hal ini menjadi momentum untuk mencapai keberhasilan penuntasan TBC di Kabupaten Ngawi melalui implementasi strategi dan rencana aksi eliminasi,” ujar Heri Nurfahrudin.

Ia menjelaskan, pemeriksaan menggunakan Portable X-Ray dapat dilakukan secara fleksibel, baik di dalam maupun luar gedung pelayanan kesehatan. Dengan metode tersebut, petugas kesehatan dapat melakukan skrining langsung ke masyarakat guna mempercepat penemuan kasus.
Menurut Heri, deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan TBC sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Melalui Active Case Finding of Tuberculosis dengan menggunakan Portable X-Ray yang dapat digunakan di dalam maupun luar gedung diharapkan dapat mendukung penemuan kasus dan penegakan diagnosis TBC secara cepat dan tepat,” katanya.
Ia menambahkan, pasien yang terdeteksi lebih awal akan lebih cepat mendapatkan pengobatan sehingga dapat segera pulih dan kembali produktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Program penemuan kasus TBC secara aktif ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030 melalui peningkatan layanan kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini.(Adv/DinkesNgawi/Red)










