Ketua TP Posyandu Kabupaten Ngawi Ana Mursyida bersama kader Posyandu dan unsur Forkopimcam saat kunjungan penguatan enam bidang SPM di Desa Pojok, Kecamatan Kwadungan, Kamis (21/5/2026). (Dok.JurnalMesiaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Posyandu di Kabupaten Ngawi kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak. Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong Posyandu menjadi pusat integrasi pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Ngawi, Ana Mursyida saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu di Desa Pojok, Kecamatan Kwadungan, Kamis (21/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ana Mursyida memantau langsung pelayanan Posyandu sekaligus memberikan penguatan kapasitas kepada para kader agar mampu mengimplementasikan enam bidang SPM secara optimal di tingkat desa.
Menurutnya, transformasi Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan masyarakat dari tingkat akar rumput. Karena itu, kader Posyandu kini memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Peran kader Posyandu saat ini semakin strategis dan krusial. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan integrasi yang mencakup enam urusan wajib pelayanan dasar. Kami hadir di Desa Pojok untuk memastikan para kader memiliki pemahaman yang matang dan kapasitas yang mumpuni dalam mengawal enam bidang SPM tersebut,” ujar Ana Mursyida.
Penguatan kapasitas kader difokuskan pada enam bidang pelayanan dasar lintas sektor. Bidang tersebut meliputi pelayanan kesehatan bagi seluruh siklus hidup mulai ibu hamil, balita hingga lansia, serta pemantauan akses pendidikan anak usia dini (PAUD).
Selain itu, kader Posyandu juga diarahkan untuk mendata dan mengawal bantuan sosial bagi warga kurang mampu. Mereka turut memantau ketersediaan air minum layak, mengawasi kondisi hunian dan sanitasi masyarakat, hingga membantu menjaga ketertiban dan perlindungan masyarakat di tingkat desa.
Melalui penguatan tersebut, TP Posyandu Kabupaten Ngawi berharap implementasi enam bidang SPM di Desa Pojok dapat menjadi percontohan bagi desa lain di Kecamatan Kwadungan maupun wilayah lain di Kabupaten Ngawi.
Integrasi layanan Posyandu ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (Saa)










