Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas produksi line 4 Satoria Farma di Pasuruan, ditandai dengan prosesi pemotongan pita. (Dok.JurnalMediaNusa)
Pasuruan (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas produksi line 4 milik PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan, Selasa (28/4). Peresmian ini sekaligus memperkuat pasokan cairan infus bagi rumah sakit di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, ekspansi industri farmasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan infus, khususnya bagi 14 rumah sakit milik Pemprov Jatim. Selain itu, keberadaan pabrik ini juga mendukung stabilitas layanan kesehatan di daerah.
“Pabrik ini membuka peluang kerja sama suplai infus untuk rumah sakit Pemprov Jatim dan memperkuat layanan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menilai Satoria Farma berperan penting dalam mendorong substitusi impor dan hilirisasi industri farmasi nasional. Ia optimistis produksi dalam negeri mampu menekan ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan.
Ke depan, operasional line 4 diharapkan meningkatkan kapasitas produksi infus nasional, sekaligus mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui ketersediaan obat yang lebih merata.
Sementara itu, CEO Satoria Farma Alim Satria menyebut perusahaannya terus berkembang sejak berdiri pada 2014. Saat ini, kapasitas produksi mencapai 230 juta botol infus per tahun dengan pertumbuhan sekitar 35 persen setiap tahun.
Di sisi lain, Deputi BPOM RI William Adi Teja menyambut baik ekspansi tersebut karena dinilai mampu memperkuat ketahanan farmasi nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan cairan infus di Indonesia.(Red)










