Petugas melakukan pemeliharaan berkala di ruas Jalan Randusongo–Majasem, Ngawi, dengan pengupasan dan perataan badan jalan. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun anggaran 2026. Melalui program “Proyek Berkala dan Rekonstruksi 2026”, sejumlah ruas jalan strategis mulai dikerjakan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, proyek ini ditargetkan rampung dalam 90 hingga 150 hari kalender. Perbaikan infrastruktur tersebut tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Ngawi, M. Fauzi Amir Rachman, menjelaskan bahwa proyek tahun ini menggunakan pendekatan teknis berbeda sesuai tingkat kerusakan jalan. Di sisi lain, pemilihan material dilakukan secara selektif guna memastikan ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.
“Rekonstruksi jalan menggunakan konstruksi beton rigid, sedangkan pemeliharaan berkala menggunakan aspal,” jelas Fauzi saat ditemui di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, pelaksanaan proyek infrastruktur 2026 terbagi dalam dua skema pendanaan, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Pada skema DAK, Bidang Bina Marga mengalokasikan anggaran untuk tiga titik prioritas, meliputi:
- Rekonstruksi Jalan Kandangan–Krawut oleh CV Dwi Karya senilai Rp1,15 miliar
- Rekonstruksi Jalan Tambakromo–Campurasri oleh CV Garuda senilai Rp10,22 miliar
- Pemeliharaan berkala Jalan Keras–Kayut oleh CV Surya Wijaya sebesar Rp2,87 miliar
Sementara itu, melalui skema DAU, proyek diperluas ke enam paket pekerjaan, yakni:
- Rekonstruksi Jalan Kendung–Pojok oleh CV Jasa Karya senilai Rp6,57 miliar
- Rekonstruksi Jalan Duwet–Gembol oleh CV Selo Tirto sebesar Rp3,94 miliar
- Pemeliharaan berkala Jalan Kayut–Widodaren oleh CV Garuda senilai Rp5,3 miliar
- Rekonstruksi Jalan Randusongo–Majasem oleh CV Rumpun Jaya dengan nilai Rp10,84 miliar
- Rekonstruksi Jalan Gendingan–Payak oleh CV Yuwana Karya sebesar Rp1,34 miliar
- Penggantian Jembatan Tungkulrejo di ruas Tambakromo–Campurasri oleh CV Prima Jasa senilai Rp1,92 miliar
Dengan dimulainya proyek tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perbaikan. Di samping itu, dukungan warga dinilai penting agar seluruh pekerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. (Adv/DPUPRNgawi/Nof)










