Kondisi kendaraan akibat benturan keras menyebabkan kabin truk fuso ringsek parah. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Kecelakaan maut melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Ngawi–Caruban, tepatnya di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Kamis (30/4/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan seorang kenek truk meninggal dunia, sementara sopir mengalami luka-luka.
Kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi AG 9518 KK bermuatan kayu jati melaju dari arah timur ke barat, atau dari Blitar menuju Blora, Jawa Tengah.
Sesampainya di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan Sutikno (47), warga Kademangan, Kabupaten Blitar, diduga kehilangan konsentrasi hingga kendaraan oleng ke kiri. Akibatnya, truk tersebut menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi L 8550 UK yang sedang parkir di tepi jalan.
Benturan keras menyebabkan kabin truk fuso ringsek parah. Selain itu, kenek truk bernama Hendri Desta Wardani (31), warga Kademangan, Kabupaten Blitar, tewas di lokasi setelah terjepit di dalam kabin.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar satu jam. Petugas harus menggunakan kendaraan derek untuk menarik bagian kabin yang ringsek agar korban dapat dievakuasi.
Sementara itu, sopir truk fuso, Sutikno, selamat meski mengalami luka-luka. Petugas kemudian membawanya ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk menjalani perawatan medis.
Menurut pengakuan Sutikno, kecelakaan diduga terjadi karena dirinya mengantuk saat mengemudi.
“Diduga saya mengantuk, tiba-tiba truk oleng ke kiri dan langsung menabrak truk yang parkir,” ujarnya.
Di sisi lain, sopir truk tronton, Eko Setyawan (45), warga Bojonegoro, mengaku saat kejadian sedang beristirahat di dalam kabin. Ia mengatakan kendaraan sudah diparkir di tepi jalan dan berada di luar badan aspal.
“Tiba-tiba terdengar benturan keras. Saat saya lihat, bagian belakang truk sudah ditabrak. Sopir truk bisa keluar, tapi keneknya terjepit di dalam kabin,” katanya.
Usai kejadian, petugas mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk proses visum.
Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi masih menangani kasus tersebut. Polisi juga telah mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.










