Ilustrasi ASN bersepeda menuju kantor melalui jalur khusus sepeda sebagai bagian dari upaya penghematan energi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Kabupaten Ngawi mengambil langkah berbeda dalam merespons isu efisiensi energi di sektor pemerintahan. Alih-alih menerapkan kebijakan work from home (WFH), Pemkab Ngawi justru mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk bersepeda ke kantor sebagai solusi hemat energi sekaligus menjaga produktivitas kerja.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan, hingga kini pemerintah daerah belum mengambil kebijakan WFH karena masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri. Namun demikian, Pemkab tetap bergerak cepat dengan menghadirkan alternatif yang dinilai lebih aplikatif di lapangan.
“Kami tetap menunggu kebijakan pusat. Namun, langkah efisiensi bisa dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan bersepeda ke kantor,” ujar Ony, Selasa (31/3/26).

Ia menjelaskan, program “bike to work” menyasar ASN yang memiliki jarak tempuh relatif dekat, sekitar 10 kilometer dari tempat kerja. Selain menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini juga mendorong pola hidup sehat di kalangan pegawai.
Selanjutnya, sejak awal April, ajakan bersepeda mulai digencarkan di berbagai perangkat daerah. Pemerintah daerah menilai langkah ini tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga mampu menjaga ritme kerja ASN tetap optimal tanpa harus mengurangi layanan publik.
Di sisi lain, pendekatan ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi kebijakan daerah yang fleksibel di tengah wacana nasional terkait penghematan energi. Pemkab Ngawi memilih menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kinerja, tanpa langsung mengadopsi skema kerja jarak jauh.
Sementara itu, berbeda dengan Pemkab Ngawi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah lebih dulu menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) setiap hari Rabu. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan konsumsi BBM serta meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan.
Melalui gerakan “bike to work”, Pemkab Ngawi tidak hanya menargetkan penghematan energi jangka pendek, tetapi juga membangun budaya baru di lingkungan ASN. Pemerintah berharap kebiasaan ini dapat meluas ke masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan.(Er)










