Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian realisasi investasi Jawa Timur Triwulan IV 2025. (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Realisasi investasi Jawa Timur sepanjang 2025 mencatatkan kinerja impresif. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, total investasi mencapai Rp147,7 triliun atau 100,1 persen dari target Renstra 2025–2026 sebesar Rp147,5 triliun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Jawa Timur, meski menghadapi dinamika ekonomi global.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur tetap menjadi daerah yang aman dan menarik bagi investasi,” ujar Khofifah, Senin (19/1).
Realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp101,8 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp43,3 triliun, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Rp2,6 triliun.
Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK mencapai Rp40 triliun. Angka ini tumbuh 31,6 persen secara kuartalan (q-to-q) dan meningkat 11,4 persen secara tahunan (y-on-y). Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen terhadap investasi nasional.
Khofifah menegaskan PMDN masih mendominasi dengan nilai Rp29,2 triliun atau 73 persen, sedangkan PMA mencapai Rp10,8 triliun. Dominasi ini menunjukkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha domestik terhadap iklim investasi di Jawa Timur.
Selain investasi besar, pertumbuhan investasi UMK sebesar Rp2,6 triliun juga dinilai strategis. Menurut Khofifah, peningkatan tersebut sejalan dengan keberhasilan program formalisasi usaha melalui kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), khususnya lewat program SALEHA.
“Kesadaran pelaku UMK terhadap legalitas usaha terus meningkat sebagai langkah untuk naik kelas dan memperkuat daya saing,” jelasnya.
Khofifah menambahkan, sinergi Pemprov Jatim dengan 38 kabupaten/kota serta transformasi digital perizinan melalui JOSS, JOSS GANDOS, dan Klinik Investasi Keliling (KLIK) turut mendorong realisasi investasi. Sepanjang 2025, layanan tersebut menghasilkan 52.888 perizinan.
Memasuki 2026, Pemprov Jatim akan memfokuskan kebijakan pada peningkatan kualitas investasi, terutama investasi berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.Red)










