Gubernur Khofifah bersama Menko Infrastruktur AHY menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni kepada warga Desa Campurejo, Gresik. (Dok.JurnalMediaNusa)
Gresik (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Pengentasan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu Tahun Anggaran 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8).
Program tersebut menghadirkan 166 unit rumah yang terdiri dari 69 unit relokasi, 33 unit pembangunan baru in situ, 43 unit peningkatan kualitas rumah, serta 21 unit yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Selain rumah layak huni, kawasan tersebut juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, tandon air, sambungan air bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Khofifah mengatakan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui lingkungan yang lebih layak huni, aman, sehat, resik, dan indah (ASRI).
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, sebanyak 145 unit rumah dibangun menggunakan DAK Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu, sedangkan 21 unit lainnya merupakan dukungan CSR Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.
Program tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,11 hektare dan memberikan manfaat bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa.
Sementara itu, Menko Infrastruktur AHY mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tidak hanya mendukung lima lokasi penerima DAK, tetapi juga mengalokasikan APBD untuk memperkuat penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.
Menurut AHY, program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan hunian layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(Red)











