Beranda / BERITA / PERISTIWA / BPBD Ngawi Mulai Distribusikan Air Bersih untuk Ratusan Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Ngawi Mulai Distribusikan Air Bersih untuk Ratusan Warga Terdampak Kekeringan

Petugas BPBD Ngawi menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu wilayah Kabupaten Ngawi, Selasa (4/8/2026). (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 197 kepala keluarga (KK) di enam desa yang tersebar di empat kecamatan mengalami krisis air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air.

“Saat ini terdapat 197 KK yang terdampak kekeringan di enam desa pada empat kecamatan. Kami sudah mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah tersebut,” ujar Partoyo.

Dalam setiap pengiriman, BPBD menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke masing-masing lokasi terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya delapan tangki air bersih telah disalurkan kepada warga.

Warga mengisi jeriken dengan air bersih dari tandon bantuan BPBD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Sebelum distribusi dilakukan, petugas terlebih dahulu melaksanakan asesmen lapangan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memastikan ketersediaan tandon atau tempat penampungan air agar proses penyaluran berjalan lancar.

Partoyo menegaskan, BPBD Ngawi tetap bersiaga selama 24 jam untuk melayani permintaan bantuan air bersih apabila dampak kekeringan semakin meluas.

“Kami siap 24 jam apabila ada permintaan dropping air bersih dari masyarakat. Namun, saat ini permintaan masih belum terlalu signifikan karena beberapa daerah yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan sudah mendapat intervensi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,” jelasnya.

Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi dalam beberapa hari terakhir. Krisis air bersih memaksa sebagian warga mencari sumber air alternatif. Bahkan, ada warga yang harus berjalan kaki hingga sekitar dua kilometer untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BPBD Ngawi mengimbau pemerintah desa dan masyarakat segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Dengan demikian, bantuan dapat segera disalurkan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. (And)

Like and Share
Tag: