Siswa SMK PGRI 1 Ngawi menunjukkan trofi dan piagam usai meraih juara 1 bidang Information Network Cabling dan juara 3 Digital Construction pada ajang LKS Dikmen Provinsi Jawa Timur 2026. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – SMK PGRI 1 Ngawi kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah rujukan dalam mencetak talenta teknis unggulan di Jawa Timur. Kali ini, sekolah tersebut mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, kontingen SMK PGRI 1 Ngawi berhasil meraih juara 1 pada bidang Information Network Cabling (INC) serta juara 3 pada bidang Digital Construction (Building Information Modelling/BIM).
Prestasi tertinggi diraih Saputra Pramahkota Hati, siswa kelas XI TKJ A, yang sukses menyabet juara 1 pada bidang Information Network Cabling. Di bawah bimbingan guru pendamping Agung Budi Prastyo, Saputra menunjukkan performa unggul dengan mengalahkan peserta dari berbagai daerah.
Keberhasilan itu tidak lepas dari penguasaan teknis yang mumpuni. Dalam lomba INC, peserta diuji kemampuan instalasi jaringan layer 1 sesuai standar ISO, mulai dari penyambungan kabel optik pada Optical Distribution Point (ODP) hingga analisis gangguan menggunakan alat Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Keterampilan tersebut menjadi kunci karena berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kecepatan jaringan internet.
Sementara itu, prestasi juga datang dari bidang Digital Construction. Tim yang terdiri dari Farellino Hajjar Husein (XII DBIP A) dan Iqbal Yusuf Permana (XII DBIP B) berhasil meraih juara 3. Di bawah arahan pembimbing Bayu Hermawan, keduanya mampu menunjukkan kemampuan dalam pengelolaan sistem Building Information Modeling (BIM).
Dalam kompetisi tersebut, peserta menghadapi simulasi proyek konstruksi nyata. Mereka harus melakukan pemodelan 3D, koordinasi desain, hingga simulasi penjadwalan proyek. Penilaian dilakukan secara ketat oleh juri industri melalui metode judgement dan measurement yang mengacu pada standar WorldSkills Occupational Standards (WSOS).
Kepala SMK PGRI 1 Ngawi, Farid Samsul Hadi, mengapresiasi capaian para siswa dan guru pembimbing. Ia menegaskan bahwa prestasi ini mencerminkan keselarasan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kompetensi siswa SMK PGRI 1 Ngawi telah memenuhi bahkan melampaui standar industri, serta mampu bersaing di pasar kerja global,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Selain itu, ia menekankan bahwa partisipasi dalam LKS bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah terus memperbarui metode pembelajaran, terutama pada bidang konstruksi digital dan jaringan berbasis serat optik yang kini menjadi kebutuhan utama di era digital.
Dengan capaian tersebut, SMK PGRI 1 Ngawi semakin memperkuat reputasinya sebagai sekolah kejuruan unggulan. Sekolah ini pun terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga global. (Nof)











