Khofifah menyerahkan penghargaan kepada pelaku usaha pada Expo Konstruksi Jatim 2026 di Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sekaligus mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029 di Grand City Exhibition Hall Surabaya, Senin (9/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan fondasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas serta berkelanjutan.
Menurutnya, Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menopang sektor industri, perdagangan, logistik, dan investasi.
“Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 harus menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi, dan seluruh insan konstruksi,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, pembangunan sektor konstruksi harus berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan. Selain itu, pelaku jasa konstruksi juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti digitalisasi konstruksi, Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (AI), hingga konsep konstruksi hijau.
Khofifah berharap Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta memperkuat budaya keselamatan kerja.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan pelaku usaha yang berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Penghargaan Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik diberikan kepada Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk. Sementara penghargaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.
Khofifah optimistis kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat sektor konstruksi Jawa Timur sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan daya saing daerah.(Red)











