Bupati Ony menerima Keris Kiai Parikesit dalam prosesi boyongan pusaka di Pendopo Wedya Graha. Bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Kabupaten Ngawi menorehkan sejarah baru dengan menghadirkan keris pusaka Kiai Parikesit sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus penanda Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menerima pusaka tersebut dalam prosesi boyongan yang berlangsung khidmat di Pendopo Wedya Graha, Selasa (1/7/2026).
Prosesi yang diiringi tabuhan gamelan itu menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi. Selain sarat nilai budaya, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan sejarah dan tradisi Jawa.
Bupati Ony mengatakan, boyongan pusaka merupakan upaya nyata untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya agar tetap menjadi pedoman dalam membangun daerah.
“Boyongan Pusaka ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam nguri-uri kebudayaan leluhur. Kami berharap nilai-nilai luhur sejarah menjadi pondasi untuk bergerak bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Ngawi,” ujar Ony.

Nama Parikesit dipilih bukan tanpa alasan. Keris ini merepresentasikan perjalanan Kabupaten Ngawi saat menghadapi pandemi Covid-19 pada awal masa kepemimpinan Mas Ony dan Mas Antok pada 2020. Pusaka tersebut menjadi simbol ketangguhan, gotong royong, dan semangat bangkit dari masa krisis.
Kisah pewayangan menggambarkan Parikesit sebagai sosok pemimpin yang cerdas, adil, dan bijaksana. Pemerintah Kabupaten Ngawi menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai inspirasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kehadiran Keris Kiai Parikesit, Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya membangun daerah dengan memadukan kemajuan zaman dan pelestarian budaya sebagai identitas daerah. (Saa)











