Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama tim gabungan saat meninjau lokasi pembuatan sekat bakar di kawasan Gunung Lawu. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bersama tim gabungan membuat ilaran atau sekat bakar di kawasan Gunung Lawu sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, Perum Perhutani, dan relawan.
Sebelum menuju lokasi, tim gabungan mengikuti apel di kawasan Pos 1 Ukir Bayi. Setelah itu, mereka membersihkan semak belukar dan ilalang yang berpotensi menjadi bahan bakar api untuk membentuk jalur sekat bakar.
Ony mengatakan pembuatan ilaran dilakukan hingga ketinggian sekitar 2.360 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tim membuat sekat bakar dengan lebar sekitar 2 hingga 4 meter dengan memangkas vegetasi di sepanjang jalur.

“Pembuatan ilaran ini kita lakukan dengan memangkas semak dan ilalang. Lebarnya sekitar 2 sampai 4 meter, sehingga diharapkan bisa menghambat pergerakan api agar tidak menjalar,” ujar Ony.
Panjang ilaran yang dibuat mencapai sekitar 1.300 meter. Pemkab Ngawi bersama Perhutani dan relawan berencana melanjutkan pembuatan sekat bakar dari jalur Ukir Bayi hingga Pos 5 Gunung Lawu.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan setelah muncul sejumlah titik api di wilayah Magetan yang berbatasan langsung dengan Ngawi. Kondisi itu menjadi perhatian karena vegetasi di kawasan Gunung Lawu lebih mudah terbakar saat memasuki puncak musim kemarau.
Di wilayah Ngawi, kebakaran juga sempat terjadi di sekitar Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal. Kebakaran tersebut melanda Petak 42E RPH Campurrejo, BKPH Lereng Utara Lawu, dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar 5 hektare.
Area tersebut merupakan kawasan hutan produksi yang ditanami pohon pinus.
Ony menjelaskan kondisi kemarau meningkatkan kerawanan kebakaran di kawasan hutan. Karena itu, sekat bakar menjadi salah satu langkah mitigasi untuk memperlambat pergerakan api apabila terjadi kebakaran.
“Dengan adanya sekat bakar ini, kita berharap kebakaran hutan dan lahan di Ngawi bisa dihambat sehingga tidak meluas. Kita tidak ingin kejadian seperti tahun 2023 kembali terulang,” katanya.
Pemkab Ngawi bersama Perhutani dan relawan selanjutnya akan meningkatkan pemantauan kawasan hutan Gunung Lawu, terutama wilayah yang memiliki potensi karhutla selama musim kemarau. (And)











