Mahasiswa STIT Islamiyah KP Paron bersama relawan menggelar aksi penggalangan dana Peduli NTT di kawasan Perempatan Kartonyono, Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) — Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa (SEMA), dan seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STIT Islamiyah KP Paron, Kabupaten Ngawi, menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan bertajuk “Peduli NTT”.
Aksi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Perempatan Kartonyono, Ngawi. Puluhan mahasiswa turun langsung ke jalan untuk mengajak pengguna jalan dan masyarakat sekitar berdonasi bagi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para mahasiswa menjalankan aksi secara tertib dan santun. Mereka menyapa pengguna jalan sembari membawa kotak donasi untuk menghimpun bantuan kemanusiaan.

Presiden Mahasiswa STIT Islamiyah KP Paron, Riyan Riswandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus bentuk pelaksanaan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Aksi penggalangan dana Peduli NTT ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan nurani kami sebagai mahasiswa. Sinergi antara BEM, SEMA, dan seluruh ORMAWA membuktikan bahwa ketika kita bersatu, gerakan kemanusiaan akan memiliki dampak yang jauh lebih besar,” ujar Riyan, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa berharap donasi yang terkumpul dapat membantu meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Selama tiga hari pelaksanaan, aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para penyintas bencana di NTT.
Selain menggalang bantuan, mahasiswa juga memastikan proses penyaluran donasi berlangsung secara transparan dan tepat sasaran. Untuk itu, hasil penggalangan dana selama tiga hari disalurkan melalui kolaborasi resmi dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI).
Melalui LMI, bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan ke wilayah terdampak dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam membangun kepedulian sosial serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang tengah menghadapi bencana. (Dim)











