Beranda / BERITA / PENDIDIKAN / Hanya Tiga SMP Negeri di Ngawi Penuhi Pagu SPMB 2026/2027, Mayoritas Sekolah Masih Kekurangan Siswa

Hanya Tiga SMP Negeri di Ngawi Penuhi Pagu SPMB 2026/2027, Mayoritas Sekolah Masih Kekurangan Siswa

Zainal Fanani menjelaskan hasil SPMB 2026/2027 di Kabupaten Ngawi yang menunjukkan mayoritas SMP negeri belum memenuhi pagu penerimaan siswa baru. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ngawi menunjukkan sebagian besar SMP negeri belum memenuhi pagu penerimaan siswa baru. Dari total 50 SMP negeri, hanya tiga sekolah yang berhasil memenuhi kuota yang telah ditetapkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan tiga sekolah yang memenuhi pagu tersebut yakni SMP Negeri 1 Jogorogo, SMP Negeri 1 Paron, dan SMP Negeri 1 Ngawi. Sementara itu, 47 SMP negeri lainnya masih mengalami kekurangan peserta didik.

Menurut Zainal, kondisi tersebut dipengaruhi oleh menurunnya jumlah lulusan sekolah dasar (SD) pada tahun ini. Kebutuhan siswa untuk memenuhi pagu seluruh SMP negeri di Kabupaten Ngawi mencapai sekitar 9.300 orang, sedangkan jumlah lulusan SD negeri hanya sekitar 7.600 siswa.

Selain jumlah lulusan yang menurun, tidak semua siswa memilih melanjutkan pendidikan ke SMP negeri. Sebagian lulusan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya, sehingga jumlah pendaftar ke SMP negeri semakin berkurang.

“Jumlah lulusan SD tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan kebutuhan pagu SMP negeri. Di sisi lain, ada juga lulusan yang memilih melanjutkan pendidikan di pondok pesantren dan sekolah lain,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, hasil pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi dalam menyusun kebijakan penerimaan murid baru pada tahun berikutnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih selaras dengan kondisi riil jumlah lulusan sekolah dasar, sehingga distribusi peserta didik di SMP negeri dapat berlangsung lebih merata dan optimal.

Sementara itu, Dikbud Ngawi juga akan mengkaji kembali penetapan pagu penerimaan siswa agar sesuai dengan proyeksi jumlah lulusan SD di setiap wilayah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketimpangan jumlah peserta didik antar sekolah pada pelaksanaan SPMB tahun mendatang. (And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *