Beranda / BERITA / PENDIDIKAN / Ngawi Darurat Putus Sekolah, 730 Siswa SD dan SMP Tak Lanjutkan Pendidikan

Ngawi Darurat Putus Sekolah, 730 Siswa SD dan SMP Tak Lanjutkan Pendidikan

Sejumlah siswa sekolah dasar berada di lingkungan sekolah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Angka putus sekolah di Kabupaten Ngawi pada tahun 2026 menjadi perhatian serius. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mencatat sebanyak 730 siswa jenjang SD dan SMP tidak melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 200 siswa SD dan 530 siswa SMP. Data itu berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Jumlah anak putus sekolah tahun ini memang cukup tinggi. Untuk tingkat SD ada sekitar 200 siswa, sedangkan SMP mencapai 530 siswa,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, jumlah siswa SD di Kabupaten Ngawi saat ini mencapai sekitar 44.500 anak yang tersebar di 502 lembaga pendidikan negeri dan swasta. Sementara jumlah siswa SMP mencapai sekitar 22.500 anak dari 82 lembaga pendidikan.

Guru mengajar siswa sekolah dasar di salah satu ruang kelas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Dok.JurnalMediaNusa)

Menurutnya, faktor keluarga menjadi penyebab utama siswa SD berhenti sekolah. Sedangkan pada jenjang SMP, penyebabnya lebih beragam, mulai dari kondisi keluarga hingga pengaruh lingkungan pergaulan.

“Untuk tingkat SMP rata-rata terjadi saat siswa duduk di kelas 8. Faktor lingkungan juga cukup mempengaruhi,” katanya.

Dikbud Ngawi kini terus melakukan asesmen untuk memetakan penyebab tingginya angka putus sekolah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama dinas terkait dan pemerintah desa guna mencari solusi penanganan yang tepat.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah membuka kesempatan bagi siswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) paket A, B, maupun C agar tetap memperoleh ijazah setara.

“Bagi anak-anak yang ingin kembali sekolah, nantinya bisa difasilitasi melalui PKBM agar tetap mendapatkan pendidikan setara,” pungkasnya.(And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *