Beranda / BERITA / PERISTIWA / Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian C Ngawi Saat Memancing

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian C Ngawi Saat Memancing

Warga berupaya mencari korban tenggelam di danau bekas tambang galian C di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026) sore. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Maulana Al Akbar ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di danau bekas tambang galian C di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026) sore.

Korban diduga terpeleset saat memancing bersama delapan temannya di lokasi bekas tambang tersebut. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian setelah upaya pertolongan dari rekan korban tidak membuahkan hasil.

Jasad korban akhirnya ditemukan di dasar danau dengan kedalaman sekitar tujuh meter. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menjadi perhatian warga yang memadati lokasi kejadian.

Tangis keluarga pecah saat orang tua korban tiba di lokasi dan mengetahui anaknya meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi, jasad bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 madrasah itu langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Salah satu rekan korban, Bintang Rafa Rosadi, mengatakan sebelum kejadian ada sembilan anak yang memancing di area bekas tambang galian C tersebut. Namun, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam danau.

“Temannya sempat mencoba menolong, tapi tidak berhasil karena airnya dalam. Setelah itu warga dipanggil untuk membantu mencari korban,” ujarnya.

Warga bersama sejumlah relawan kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar danau.

Saat ini, kasus tenggelamnya bocah tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Sementara itu, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka untuk dimakamkan.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap keberadaan bekas tambang galian C yang belum direklamasi. Warga berharap pengelola tambang segera melakukan penataan dan reklamasi agar lokasi tersebut tidak kembali memakan korban jiwa.(And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *