Beranda / REGIONAL / Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Tegaskan Peran Strategis Pers di Jatim

Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Tegaskan Peran Strategis Pers di Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memotong tumpeng saat tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (9/2). (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama wartawan Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (9/2). Kegiatan ini memperkuat silaturahmi sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi insan pers di Jatim.

Sejumlah organisasi jurnalis hadir dalam acara tersebut, antara lain Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jatim, Pokja Wartawan Hukum (Wankum), serta Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak). Para kepala perangkat daerah Pemprov Jatim turut mendampingi gubernur.

Khofifah memotong tumpeng dan berbincang langsung dengan para jurnalis. Ia juga menyerahkan kue tart kepada jurnalis senior dengan masa pengabdian lebih dari 30 tahun serta jurnalis paling yunior sebagai simbol penghargaan.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan peran strategis pers sebagai mitra pemerintah dan jembatan komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalisme profesional semakin dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi publik.

“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat dan mencerahkan,” ujarnya.

Ketua Pokja Wartawan Grahadi, Fatimatuz Zahro, mengapresiasi konsistensi Gubernur Khofifah yang setiap tahun memperingati HPN bersama wartawan. Ia menilai langkah tersebut memperkuat sinergi antara Pemprov Jatim dan insan pers.

Ima, sapaan akrabnya, menegaskan profesi jurnalis menuntut dedikasi dan ketangguhan tinggi. Jurnalis kerap bekerja tanpa mengenal waktu dan menghadapi risiko demi menyajikan informasi akurat. Namun, ia menekankan keselamatan tetap menjadi prioritas.

Selain itu, Ima menyoroti tantangan perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia jurnalistik. Meski teknologi terus berkembang, ia optimistis AI tidak akan menggantikan sensitivitas, intuisi, dan etika jurnalis profesional.

Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan insan pers untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *