Beranda / REGIONAL / Khofifah Raih Penghargaan FSC Asia Pacific, Jawa Timur Dinilai Konsisten Kelola Hutan Lestari

Khofifah Raih Penghargaan FSC Asia Pacific, Jawa Timur Dinilai Konsisten Kelola Hutan Lestari

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menerima penghargaan dari Forest Stewardship Council (FSC) Asia Pacific terkait pengelolaan hutan lestari bagi petani hutan Jatim tahun 2024–2025. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan dari Forest Stewardship Council (FSC) Asia Pacific. Atas konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penerapan Standar Pengelolaan Hutan Regional (SPHR) bagi petani hutan selama periode 2024–2025.

FSC Asia Pacific memberikan penghargaan tersebut karena Pemprov Jatim secara berkelanjutan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH). Dan hingga mampu menerapkan pengelolaan hutan berbasis Asia-Pacific Regional Forest Stewardship Standard (AP RFSS) serta Forest Management–Chain of Custody (FM-CoC).

Pemprov Jatim menerima penghargaan itu dalam ajang Apresiasi Standar Sertifikasi FSC dan Kemitraan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPHH). Dan bersama KTH binaan Dinas Kehutanan Jawa Timur di Hotel Premier Place, Sidoarjo, Selasa (16/12). Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi mewakili Gubernur Khofifah dalam penerimaan penghargaan tersebut.

Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FSC Asia Pacific. Menurutnya, capaian ini lahir dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan yang konsisten. Khususnya dalam membangun tata kelola hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemprov Jatim selalu mengedepankan keseimbangan antara pemulihan ekosistem dan manfaat sosial ekonomi. Pendekatan ini, lanjut Khofifah, berdampak langsung pada penguatan Nilai Tambah Ekonomi (NTE) produk KTH,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, Jawa Timur mencatat NTE KTH tertinggi nasional. Pada Desember 2024, nilainya mencapai Rp619,9 miliar atau 47,57 persen dari total nasional. Sementara sepanjang Januari hingga 16 Desember 2025, NTE KTH Jawa Timur kembali tertinggi dengan nilai Rp1,61 triliun atau menyumbang 48,30 persen secara nasional.

Selain itu, Jawa Timur juga memimpin penerapan sertifikasi FSC pada hutan rakyat. Hingga kini, luas hutan rakyat tersertifikasi FSC di Jawa Timur mencapai 20.531 hektare atau lebih dari 55 persen total nasional.

Khofifah berharap penghargaan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat pengelolaan hutan rakyat yang lestari, produktif. Dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *