Beranda / REGIONAL / Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Khofifah Indar Parawansa Ajak Perkuat Antisipasi Kemarau Ekstrem

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Khofifah Indar Parawansa Ajak Perkuat Antisipasi Kemarau Ekstrem

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima cendera mata saat pertemuan dengan pejabat pemerintah pusat di Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino.

Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Minggu (26/4). Khofifah menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci menekan risiko bencana sehingga langkah antisipatif harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data.

Selain itu, ia meminta kepala daerah bergerak proaktif sebelum puncak kemarau. Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan potensi bencana.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut tren Indeks Risiko Bencana (IRB) Jawa Timur sempat menurun sejak 2021 hingga 2024, meski kembali naik pada 2025 akibat perubahan variabel penilaian. Meski begitu, upaya penurunan risiko tetap berjalan.

Di sisi lain, sekitar 92–97 persen bencana di Jatim periode 2022–2025 didominasi hidrometeorologi. Sepanjang Januari–Maret 2026, tercatat 121 kejadian bencana, didominasi angin kencang dan banjir, yang berdampak pada puluhan ribu kepala keluarga.

Sementara itu, BMKG memprediksi musim kemarau mulai Mei 2026 di lebih dari separuh wilayah Jatim, dengan puncak pada Agustus. Durasi kemarau diperkirakan mencapai 220–240 hari, disertai peningkatan risiko kekeringan.

Karena itu, Khofifah menekankan pentingnya sinergi dan percepatan langkah antisipasi. “Kita harus siap, cepat, dan terukur agar Jawa Timur tetap tangguh menghadapi kemarau ekstrem,” pungkasnya.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *