Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Fachrudin, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 19–22 Agustus 2025. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 19–22 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Notosuman, Watualang, Ngawi, dan diikuti ratusan operator sekolah dari jenjang SD hingga SMP.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Fachrudin, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa data pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, termasuk penyaluran bantuan dan perencanaan program pendidikan.
“Data Dapodik menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan. Karena itu, operator sekolah harus memastikan data terisi secara akurat, transparan, dan objektif,” ujar Fachrudin saat memberikan sambutan pembukaan.
Menurutnya, kesalahan data berpotensi berdampak langsung pada kebijakan pendidikan, terutama dalam perencanaan anggaran dan penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data menjadi kebutuhan mendesak.
Bimtek Dapodik ini diikuti oleh 606 peserta, yang terdiri atas 19 Koordinator Wilayah, 505 operator SD negeri dan swasta, serta 82 operator SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Ngawi. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik sesi pemaparan materi maupun praktik langsung.

Sementara itu, Tim Manajer BOS Kabupaten Ngawi, Arif Sujatmiko, menyampaikan bahwa sinkronisasi data Dapodik sangat berpengaruh terhadap pengelolaan dan penyaluran dana BOS di sekolah.
“Data Dapodik yang valid akan berdampak langsung pada perencanaan dan realisasi BOS. Jika data tidak sesuai kondisi riil sekolah, maka pengelolaan anggaran juga berpotensi bermasalah,” jelas Arif Sujatmiko.
Ia berharap melalui bimbingan teknis ini, operator sekolah semakin memahami keterkaitan antara Dapodik dan BOS, sehingga mampu menyajikan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Dapodikdasmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menyampaikan pembaruan aplikasi Dapodik Pauddikdasmen, progres pendataan pendidikan tahun 2025, serta berbagai permasalahan teknis yang sering muncul berikut solusi penanganannya.
Bimtek dilaksanakan melalui penyampaian materi secara pleno, diskusi interaktif, dan praktik langsung pengelolaan data. Dengan metode tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menargetkan peningkatan kualitas pengelolaan data pendidikan di tingkat satuan pendidikan.(Adv/DinasPdanKNgawi/Rek)










