Beranda / BERITA / PERTANIAN / Ngawi Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, PRLB Jadi Andalan Tingkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan

Ngawi Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, PRLB Jadi Andalan Tingkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan

Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi di Jalan Yos Sudarso No. 23. (Dok.JurnalMediaNusa)

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan bahwa seluruh petani perlu meningkatkan produksi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, ia meminta petani mulai menerapkan pola pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengimplementasikan Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). DKPP merancang program ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

Melalui PRLB, DKPP mendorong petani mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, memperluas penggunaan pupuk organik, dan menerapkan teknologi budidaya yang efisien serta ramah lingkungan.

“Upaya ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah dan menjamin keamanan pangan masyarakat. Dengan sistem PRLB, petani justru mendapat banyak keuntungan,” kata Supardi.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan lahan menjadi kunci penerapan PRLB. DKPP mengarahkan petani untuk memakai pupuk organik, kompos, pupuk kandang fermentasi, dan biofertilizer, sekaligus menurunkan dosis pupuk kimia sintetis secara bertahap agar kesuburan tanah tetap terjaga.

Tim penilai IGA 2025 bersama jajaran DKPP Ngawi saat pelaksanaan validasi lapangan program PRLB 2.0 EL-FARM. (Dok.JurnalMediaNusa)

Selain itu, DKPP mendorong petani menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan menggunakan pestisida nabati seperti daun mimba, serai, dan tembakau. DKPP turut mengenalkan musuh alami seperti Trichogramma dan kepik predator, serta mewajibkan monitoring hama secara rutin agar penyemprotan tidak berlebihan.

Dalam aspek konservasi, Supardi memaparkan pentingnya sistem olah tanah minimal (minimal tillage), penggunaan tanaman penutup tanah, serta pengelolaan air efisien melalui irigasi tetes, sprinkler, irigasi bergilir, pembangunan embung, dan sumur resapan.

“Pemilihan varietas padi, jagung, maupun hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lokal juga mengurangi risiko gagal panen tanpa menambah input kimia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rotasi dan diversifikasi tanaman memutus siklus hama, menjaga kesehatan tanah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui komoditas hortikultura atau tanaman sela.

“Harapannya, PRLB mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi dalam jangka panjang, dan menciptakan lingkungan pertanian yang lebih sehat serta stabil,” tutupnya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri bersama Kemenko PMK sebagai tim penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 melakukan validasi lapangan di Kabupaten Ngawi pada 19 November 2025. Tim meninjau berbagai inovasi daerah yang sebelumnya dipaparkan Bupati Ony Anwar Harsono di Jakarta.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah PRLB 2.0 EL-FARM, konsep pertanian modern yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan. Validasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan inovasi tersebut memberi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.(Adv/DKPPNgawi/Wid)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *