Beranda / REGIONAL / Khofifah Akhiri RISING Fellowship, Bahas Penguatan SDM Muslim dan Konservasi Mangrove di Singapura

Khofifah Akhiri RISING Fellowship, Bahas Penguatan SDM Muslim dan Konservasi Mangrove di Singapura

Khofifah Indar Parawansa bersama Plt. Menteri Urusan Muslim Singapura H.E. Muhammad Faishal Ibrahim di Singapura, Kamis (14/11/2025), membahas kerja sama penguatan SDM dan pendidikan Islam. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup rangkaian program RISING Fellowship di Singapura dengan bertemu Plt. Menteri Urusan Muslim Singapura H.E. Muhammad Faishal Ibrahim di Permata Restaurant, Kampong Glam, Kamis (14/11).

Dalam pertemuan itu, Khofifah menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama Jawa Timur. Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU tersebut menyebut pendidikan Islam berperan besar dalam membentuk generasi berdaya saing global sekaligus berakhlak mulia.

“Intelektualitas tinggi harus berjalan seiring pembentukan karakter sehingga melahirkan pribadi unggul dan berakhlak mulia,” ujar Khofifah.

Khofifah menyambut rencana Singapura mendirikan Muslim College yang menawarkan pendidikan S1, S2, dan S3, dan berlokasi di kawasan Rochor, bersebelahan dengan Singapore University of Social Sciences (SUSS). Ia menilai penguatan pendidikan akan berdampak signifikan terhadap kualitas SDM Muslim, termasuk di Jawa Timur.

Selain membahas pendidikan, Khofifah menyoroti pelestarian lingkungan, khususnya konservasi mangrove. Ia menyebut Jawa Timur memegang peran strategis karena mengelola sekitar 51 persen total mangrove di Pulau Jawa. Ia juga mengingatkan diplomasi lingkungan pada KTT G20, ketika Presiden Joko Widodo memberikan cinderamata batik berbahan pewarna mangrove dari Jawa Timur kepada para pemimpin dunia.

Khofifah kembali menekankan pentingnya kerja sama terkait rehabilitasi pecandu narkoba. Menurutnya, narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan SDM unggul di Indonesia.

“Narkoba merusak kualitas SDM. Jika Singapura memiliki program komprehensif, kami berharap bisa mendapat dukungan,” katanya.

Ia juga menyampaikan ketertarikan terhadap sistem social worker di Singapura yang dinilai lebih terintegrasi dan profesional, sehingga mampu merespons dinamika sosial dan perubahan demografi dengan efektif. Khofifah turut mendorong penguatan kepemimpinan perempuan dan generasi muda, kerja sama lintas iman, serta pertukaran pengetahuan pendidikan berbasis masyarakat.

“Semoga komitmen untuk menyemai perdamaian, inklusivitas, dan kasih sayang terus menjadi pedoman dalam mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Plt. Menteri Urusan Muslim Singapura Muhammad Faishal Ibrahim menjelaskan bahwa Singapura menerapkan pendekatan ketat terhadap penyalahgunaan zat adiktif, termasuk pelarangan e-cigarette yang baru diberlakukan. Ia membuka peluang pertukaran praktik terbaik dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Faishal juga mengapresiasi rangkaian pertemuan Gubernur Jawa Timur dengan sejumlah pimpinan pemerintahan Singapura, termasuk Perdana Menteri, Senior Minister, Menteri Pendidikan, dan Menteri Luar Negeri.

“Intensitas pertemuan tersebut menunjukkan komitmen kuat Jawa Timur dalam memperluas kerja sama strategis dengan Singapura,” tutupnya.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *