Petugas mengevakuasi korban kecelakaan beruntun yang melibatkan truk dan dua pikap pengangkut kambing di Tol Solo-Ngawi KM 571-B, Kedunggalar, Ngawi. (Dok. JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) — Kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi Kilometer 571-B, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Lima kendaraan yang terlibat terdiri dari satu truk bermuatan cabai, dua kendaraan pikap yang membawa kambing, serta dua Toyota Fortuner.
Kecelakaan bermula ketika pikap bernomor polisi E 8061 QE yang dikemudikan Mohamad Ali (37), warga Jember, mengalami pecah ban dan berhenti di lajur cepat. Sebuah pikap Traga bernomor polisi P 8298 GL yang dikemudikan Musleh (42), juga warga Jember, kemudian berhenti di belakangnya untuk membantu.
Penumpang salah satu pikap, Ivan, mengatakan kedua kendaraan masih berada di lajur cepat ketika sebuah truk bermuatan cabai bernomor polisi N 9230 UY melaju dari arah Ngawi menuju Solo.
“Pikap yang di depan itu pecah ban dan berhenti di lajur cepat. Kami berhenti di belakangnya untuk membantu mengganti ban,” ujar Ivan.
Truk yang dikemudikan Deni Agus (38), warga Pasuruan, kemudian menabrak kedua pikap tersebut. Benturan keras membuat ketiga kendaraan terpelanting dan terguling.
Muatan cabai dari truk juga tumpah hingga ke jalur berlawanan arah. Kondisi tersebut kemudian memicu kecelakaan lanjutan yang melibatkan dua Toyota Fortuner. Salah satu kendaraan pribadi tersebut dilaporkan hingga terguling.
Petugas Jasa Marga bersama kepolisian dan petugas terkait langsung melakukan evakuasi kendaraan serta korban. Awak truk yang terjepit di dalam kabin ringsek juga harus dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Agus Harianto mengatakan kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.
“Korban meninggal dunia satu orang, yaitu kenek truk, Oktavian Tri Yuwono, usia 34 tahun, warga Kabupaten Malang. Untuk korban luka ada empat orang dan seluruhnya sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Widodo Ngawi,” kata Agus.
Korban meninggal dunia kemudian dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk menjalani visum.
“Korban meninggal dunia kami bawa ke RSUD Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum. Untuk penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” lanjutnya.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Proses evakuasi kendaraan sempat menyebabkan arus lalu lintas menuju Solo di ruas Tol Solo-Ngawi mengalami kemacetan. Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi masih menyelidiki penyebab dan kronologi lengkap kecelakaan tersebut. (And)











