Petugas Lapas Kelas IIB Ngawi memusnahkan puluhan ponsel hasil razia secara simbolis usai Apel Siaga pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi menggelar Apel Siaga pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran petugas, CPNS, hingga karyawan magang guna memperkuat sistem pengamanan serta menjaga situasi tetap kondusif selama libur akhir tahun.
Selain apel siaga, Lapas Ngawi memusnahkan barang bukti hasil razia rutin yang berlangsung sejak April hingga Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, petugas memusnahkan 54 unit telepon genggam yang mendominasi barang terlarang, terdiri atas 20 unit smartphone Android dan 34 unit ponsel non-Android.
Lapas Kelas IIB Ngawi menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kedapatan membawa atau menyimpan ponsel di dalam blok hunian. Petugas langsung menjatuhkan sanksi disiplin berat dengan mencatat pelanggaran ke dalam Register F.
Sanksi tersebut berdampak serius bagi warga binaan. Selain menjalani penempatan di sel isolasi minimal selama satu minggu dan berpotensi diperpanjang, pelanggar juga kehilangan hak remisi serta hak mengikuti program integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB).
Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengantisipasi berbagai celah penyelundupan barang terlarang meskipun fasilitas Wartel Pemasyarakatan telah tersedia.

“Faktor kebutuhan komunikasi warga binaan dengan keluarga sering menjadi alasan utama. Sementara itu, kapasitas wartel yang ada terkadang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan,” ujar Iwan Setiawan.
Oleh karena itu, Lapas Kelas IIB Ngawi memperkuat komitmen untuk meningkatkan pengamanan melalui langkah preventif dan represif guna memutus rantai peredaran barang terlarang demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Sebagai upaya konkret menghadapi potensi kerawanan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lapas Ngawi menambah kekuatan personel di sejumlah titik vital. Sebanyak lima petugas tambahan disiagakan pada setiap regu pengamanan. Selain itu, empat personel khusus ditempatkan di bagian P2U (Pengamanan dan Pengawasan Umum) untuk memperketat pemeriksaan orang serta barang di pintu utama.
Kegiatan apel siaga tersebut ditutup dengan pemusnahan ponsel secara simbolis melalui penghancuran langsung. Langkah ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa Lapas Ngawi berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari gangguan keamanan dan ketertiban. (Saa)










