Beranda / REGIONAL / Jawa Timur Borong 21 Trophy ProKlim 2025, Terbanyak Secara Nasional

Jawa Timur Borong 21 Trophy ProKlim 2025, Terbanyak Secara Nasional

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan atas prestasi di tingkat nasional. 21 Tropy Proklim Indonesia tahun 2025 di Kementerian Lingkungan Hidup. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Jawa Timur kembali unjuk prestasi di tingkat nasional setelah memborong 21 Trophy Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) Indonesia Tahun 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Dari total raihan itu, Jawa Timur mengantongi delapan Trophy ProKlim Lestari dan 13 Trophy ProKlim Utama. Selain penghargaan utama, Jatim juga meraih 96 Sertifikat ProKlim Utama dan 65 Sertifikat ProKlim Madya.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan seluruh penghargaan kepada Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Nurcholis, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada acara Penyerahan Apresiasi Pembina Proklim 2025 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (1/12).

Gubernur Khofifah menyebut capaian ini sebagai dorongan untuk terus memperkuat aksi nyata menjaga kualitas lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur bersama berbagai elemen terus bekerja menurunkan emisi gas rumah kaca, salah satunya melalui penanaman mangrove secara masif sebagai penyerap karbon.

Menurutnya, langkah tersebut krusial untuk meningkatkan produksi oksigen serta menekan risiko perubahan iklim seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Upaya ini sejalan dengan P.84 Tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim dan Keputusan Menteri LH Nomor 1679 Tahun 2024 tentang Rekonseptualisasi ProKlim.

“Setiap individu bisa ikut berkontribusi, mulai dari mengurangi penggunaan kantong plastik, membuang sampah pada tempatnya, membatasi kendaraan bermotor, memakai transportasi umum, hemat listrik dan air, hingga menanam pohon,” kata Khofifah.

ProKlim Lestari merupakan penghargaan tertinggi dalam program ini dan telah diraih Jawa Timur sejak 2020. Khofifah menjelaskan bahwa ProKlim di provinsi ini sudah berjalan aktif sejak 2012 dan kini menyasar wilayah komunitas, bukan hanya batas administratif desa atau RW.

Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Timur di tingkat nasional tidak lepas dari konsistensi dalam menurunkan emisi karbon. Berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman mangrove, pelepasan burung, penebaran bibit kepiting dan ikan, hingga edukasi ekosistem terus digencarkan.

Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jawa Timur tumbuh signifikan, rata-rata bertambah 900 hektare per tahun dengan total kenaikan mencapai 3.618 hektare atau setara 13,29 persen sejak 2021.

Jawa Timur juga mencatat penguatan besar dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Provinsi ini kini memiliki 5.170 bank sampah—terbanyak secara nasional. Keberadaan bank sampah bukan hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga mengurangi pencemaran tanah dan air, serta menekan emisi metana dari timbunan sampah di TPA.

Khofifah menegaskan bahwa komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission 2060. “Melalui program Mangrove Lestari, kami terus memperkuat ketahanan lingkungan dan menjaga bumi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa ProKlim tidak hanya menilai kuantitas, tetapi juga kualitas dan kesinambungan aksi mitigasi serta adaptasi di tingkat komunitas. ProKlim menjadi bagian penting dari pencapaian target NDC Adaptasi untuk mewujudkan ketahanan pangan, air, energi, kesehatan, dan ekosistem.

Ia yakin langkah bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pihak mampu memperkuat upaya penyelamatan bumi dari ancaman perubahan iklim.

Di posisi di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah meraih enam penerima ProKlim Lestari dan Kalimantan Selatan empat penerima. Untuk kategori Trophy ProKlim Utama, Jawa Tengah mendapat sembilan penerima dan Jawa Barat enam penerima.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *