Beranda / REGIONAL / Gubernur Khofifah Resmikan Resource Center Deteksi Dini Ketunarunguan, Terima Penghargaan Hearing Aid East Java

Gubernur Khofifah Resmikan Resource Center Deteksi Dini Ketunarunguan, Terima Penghargaan Hearing Aid East Java

Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan kursi roda kepada anak penyandang disabilitas di Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima piagam penghargaan dari Hearing Aid East Java atas komitmen dan dukungan berkelanjutan selama 35 tahun dalam penguatan layanan deteksi dini gangguan pendengaran bagi anak.

Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersamaan dengan peresmian SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, Senin (5/1/2025).

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Pemprov Jatim dalam memenuhi hak dasar anak berkebutuhan khusus, khususnya akses layanan kesehatan dan pendidikan inklusif sejak usia dini.

“Kolaborasi lintas sektor selama puluhan tahun telah mendorong Jawa Timur menjadi salah satu provinsi paling progresif dalam penguatan layanan inklusivitas,” ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah meresmikan Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Pusat layanan ini berfokus pada deteksi gangguan pendengaran sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Khofifah menjelaskan, deteksi dini memungkinkan intervensi medis dan edukatif dilakukan lebih cepat sehingga dapat menekan risiko keterlambatan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak.

Resource center tersebut merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Soetomo, RS Islam Surabaya, dan SLB-B Karya Mulya. Selain layanan medis, pusat ini juga memberikan pendampingan teknis bagi keluarga, termasuk perawatan dan penggantian alat bantu pendengaran.

“Manfaat deteksi dini tidak hanya dirasakan anak, tetapi juga keluarga. Orang tua bisa mengambil langkah antisipatif dan adaptif sejak awal,” tegasnya.

Ke depan, Khofifah mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk pengembangan layanan disabilitas rungu di Jawa Timur, termasuk membuka peluang kerja sama internasional seperti bantuan alat bantu pendengaran dan dukungan tenaga medis.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *