Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan RS KORPRI Pura Raharja sebagai aset KORPRI Pemprov Jatim di Surabaya, ditandai pembukaan papan aset rumah sakit. (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan Rumah Sakit (RS) KORPRI Pura Raharja sebagai aset Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Peluncuran berlangsung dalam acara tasyakuran di RS KORPRI Pura Raharja, Jalan Pucang Adi, Surabaya, Jumat (9/1).
Gubernur Khofifah menandai peluncuran tersebut dengan membuka papan aset rumah sakit. Ia didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, CEO RS KORPRI Pura Raharja Prof. dr. Joni Wahyuhadi, serta Direktur RS dr. Makhyan Jibril Al-Farabi.
Sebagai bentuk syukur, Khofifah juga menyerahkan satu unit ambulans untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa keberadaan RS KORPRI Pura Raharja menjadi wujud komitmen KORPRI dalam menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi, profesional, dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini adalah amal jariyah KORPRI. Manfaatnya akan terus mengalir dan memberi nilai tambah bagi pelayanan kesehatan di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

RS KORPRI Pura Raharja telah berdiri sejak 1990 dan sebelumnya berada di bawah naungan Yayasan Bhineka Karya. Seiring perubahan status hukum, Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur kini resmi mengelola aset dan operasional rumah sakit untuk periode 2021–2026 melalui Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur.
Saat ini, RS KORPRI Pura Raharja didukung 239 tenaga kerja, terdiri atas 40 dokter serta tenaga kesehatan dan nonkesehatan lainnya. Khofifah juga meninjau langsung sejumlah fasilitas, mulai dari ruang pendaftaran, pelayanan rawat jalan, hingga rawat inap.
Selain peluncuran, kegiatan ini diisi dengan santunan kepada 10 anak yatim dan penyaluran bantuan sembako kepada warga kurang mampu di sekitar rumah sakit.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyebut RS KORPRI Pura Raharja sebagai satu-satunya rumah sakit milik KORPRI di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa ke depan rumah sakit ini akan dikembangkan, termasuk pembangunan gedung rawat jalan dan peningkatan status menjadi rumah sakit umum tipe C dengan layanan unggulan kesehatan ibu dan bayi.
“Kami fokus pada pengembangan tanpa membebani APBD. KORPRI siap mendukung dari internal untuk peningkatan layanan,” tegas Adhy.
Peluncuran RS KORPRI Pura Raharja turut dihadiri sejumlah perwakilan luar negeri, antara lain Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, yang menunjukkan kepercayaan dan perhatian internasional terhadap layanan kesehatan di Jawa Timur.(Red)










