Peserta kegiatan percepatan penyusunan RKAS BOS tahun 2025 di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan percepatan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 20–21 Juni 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Ngawi mendorong sekolah penerima BOS Kinerja agar lebih siap dalam perencanaan anggaran, pertanggungjawaban, serta pelaporan keuangan. Fokus utama percepatan ini mencakup BOS Kinerja Sekolah Penggerak, BOS Kinerja Kemajuan Terbaik, dan BOS Kinerja Prestasi Tahun Anggaran 2025.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Fachrudin, menegaskan bahwa penyusunan RKAS harus selaras dengan kebutuhan sekolah dan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, sekolah perlu memahami alur perencanaan, penentuan program, hingga jenis belanja secara tepat sejak awal tahun anggaran.
“Kami ingin memastikan seluruh sekolah menyusun RKAS secara terarah, transparan, dan akuntabel, sehingga pemanfaatan dana BOS benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” ujar Fachrudin.
Kegiatan ini bertujuan menyiapkan sekolah dalam menyusun RKAS, menetapkan program, kegiatan, serta jenis belanja Tahun Anggaran 2025, sekaligus menyepakati strategi pelaksanaan BOS agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebanyak 264 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kepala sekolah dan bendahara atau operator sekolah (OPS) SD dan SMP negeri maupun swasta penerima dana BOS Kinerja di Kabupaten Ngawi.
Selain Sekretaris Dinas, Tim BOS Kabupaten Ngawi juga menjadi narasumber. Manajer BOS Kabupaten Ngawi, Arif Sujatmiko, menyampaikan pentingnya kesamaan pemahaman dalam pengelolaan BOS agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan maupun pelaporan keuangan.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan hasil kegiatan ini dalam penyusunan RKAS yang sesuai juknis dan kebutuhan riil sekolah,” jelas Arif.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menargetkan tersampaikannya informasi teknis penyusunan RKAS, tercapainya kesepakatan program dan jenis belanja Tahun 2025, serta terbangunnya strategi bersama dalam pelaksanaan BOS Kinerja secara optimal.(Adv/DinasPdanKNgawi/Rek)










