Ilustrasi: Aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Ngawi yang mulai beroperasi di beberapa desa. (Dok. JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Ngawi belum berjalan optimal. Dari total 213 desa dan 4 kelurahan, hingga kini baru tiga KDMP yang resmi beroperasi.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ngawi, Mujiati, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, tiga koperasi yang sudah aktif yakni KDMP Kedungputri dengan usaha sembako, KDMP Ngawipurba yang bergerak di bidang Payment Point Online Banking (PPOB) atau layanan pembelian token listrik, serta KDMP Kedunggalar yang membuka layanan Brilink.
“Memang baru tiga KDMP yang beroperasi. Kendalanya masih seputar permodalan, karena sebagian besar koperasi masih mengandalkan modal dari anggota,” terang Mujiati, Senin (tanggal disesuaikan).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada KDMP di Ngawi yang memanfaatkan fasilitas permodalan dari bank-bank Himbara. Untuk mempercepat realisasi, Dinas Koperasi akan menggelar sosialisasi lanjutan kepada pengurus KDMP di seluruh desa.
“Harapannya, hingga akhir 2025 seluruh KDMP di Ngawi sudah bisa beroperasi sesuai target,” ujarnya.
Mujiati menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal pengawasan agar pelaksanaan program berjalan efektif. Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi yang mandiri dan berdaya saing.(And)










