Mahasiswa PPM-KKN IAI Ngawi Kelompok 11 bersama TP PKK Desa Tambakromo berfoto usai menanam bibit alpukat dalam Program Agronita di Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Jumat (24/7/2026). (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM)-KKN Kelompok 11 Institut Agama Islam (IAI) Ngawi meluncurkan Program Agronita (Agro Perempuan Tangguh) bersama Tim Penggerak PKK Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (24/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penanaman alpukat.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa PPM-KKN IAI Ngawi, Pemerintah Desa Tambakromo, dan TP PKK Desa Tambakromo. Melalui program ini, peserta diajak memanfaatkan lahan desa secara produktif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap penghijauan lingkungan.
Selain itu, para peserta memperoleh edukasi mengenai potensi ekonomi tanaman alpukat, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang benar, hingga perawatan tanaman agar tumbuh optimal dan memberikan hasil yang bernilai ekonomi.
Koordinator Desa PPM-KKN Kelompok 11 IAI Ngawi, Kurniawan Ashari, mengatakan keterlibatan perempuan menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Program Agronita bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi menjadi langkah strategis untuk menjadikan ibu-ibu PKK sebagai pilar ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui pemanfaatan lahan desa, kami berharap edukasi budidaya alpukat dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit alpukat secara gotong royong di lahan desa. Antusiasme kader dan anggota PKK menunjukkan dukungan masyarakat terhadap program yang menggabungkan aspek ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan perempuan.
Melalui Program Agronita, mahasiswa PPM-KKN IAI Ngawi bersama Pemerintah Desa Tambakromo berharap masyarakat dapat mengembangkan budidaya alpukat di pekarangan rumah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pangan sekaligus menambah pendapatan keluarga sehingga Desa Tambakromo dapat berkembang sebagai desa yang mandiri pangan dan ramah lingkungan.(Dim)










