Beranda / BERITA / PERISTIWA / Jari Telunjuk Bocah 5 Tahun Terjepit Lubang Gesper, Damkar Ngawi Turun Tangan

Jari Telunjuk Bocah 5 Tahun Terjepit Lubang Gesper, Damkar Ngawi Turun Tangan

Petugas Damkar berusaha melepaskan jari bocah yang tersangkut gesper. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) — Seorang bocah berusia lima tahun di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mendapat pertolongan petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah jari telunjuknya terjepit di lubang gesper sabuk, Kamis (4/9/2026) siang.

Bocah bernama Reihan Denis itu memasukkan jari telunjuknya ke salah satu lubang gesper saat bermain sendirian di kamar. Namun, jari tersebut justru tidak bisa dikeluarkan karena mengalami pembengkakan.

Tangis Reihan pecah saat petugas Damkar Ngawi berupaya melepaskan jarinya dari gesper. Petugas kemudian menggunakan mesin gerinda kecil untuk memotong bagian gesper yang terbuat dari pelat besi cukup tebal.

Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena material gesper cukup tebal. Selain itu, jari telunjuk Reihan juga sudah membengkak sehingga petugas harus bekerja dengan hati-hati.

Petugas terlebih dahulu mengamankan posisi jari korban agar tidak terkena mata gerinda. Setelah sekitar 15 menit, gesper berhasil dipotong dan jari Reihan dapat dikeluarkan dengan selamat.

Petugas Damkar Ngawi, Nur Rofik Mubarok, mengatakan pihaknya terlebih dahulu mengamankan jari korban sebelum melakukan pemotongan gesper.

“Pertama kita mengamankan jarinya dulu supaya tidak terkena mata gerinda, karena ada sedikit bengkak,” ujar Nur Rofik Mubarok.

Sementara itu, Mita Kristina, ibu Reihan Denis, mengatakan kejadian bermula saat anaknya bermain sendirian di kamar. Tak lama kemudian, Reihan menangis karena jari telunjuknya terjepit di lubang gesper.

Orang tua Reihan sempat berusaha mengeluarkan jari tersebut secara mandiri menggunakan minyak bayi dan sabun. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga mereka akhirnya meminta bantuan petugas Damkar.

“Dimasukkan ke sabuk, nggak bisa dikeluarkan. Pakai minyak nggak bisa, pakai sabun nggak bisa. Akhirnya digerinda dan bisa,” kata Mita.

Setelah petugas memotong gesper dan membebaskan jarinya, kondisi Reihan dipastikan aman. Bocah tersebut kemudian diperbolehkan pulang bersama kedua orang tuanya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak, terutama saat bermain dengan benda yang memiliki celah sempit dan berpotensi menjepit jari. (And)

Like and Share
Tag: