Gubernur Khofifah menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 di Grahadi, Surabaya, Minggu (27/7). (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital. Kolaborasi ulama dan umara dinilai penting untuk mencegah meningkatnya kerentanan sosial sekaligus memperkuat dakwah digital yang moderat dan mencerahkan.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 dan Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Jatim 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur menggantikan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.
Khofifah mengatakan MUI memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pemberi fatwa, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam membimbing kehidupan beragama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga nilai-nilai Islam moderat, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penyebaran hoaks, judi online, penyalahgunaan media sosial, hingga dampak perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Berbagai persoalan tersebut bahkan mulai menyasar anak-anak dan generasi muda melalui ruang digital.
“Kerentanan sosial banyak terjadi di masyarakat kita, termasuk pada anak-anak yang terpapar berbagai konten destruktif dari media sosial,” ujar Khofifah.
Karena itu, ia mendorong MUI Jatim memperkuat dakwah digital dengan melibatkan dai-dai muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, platform digital harus menjadi ruang strategis untuk menyebarkan dakwah yang moderat, santun, dan memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Selain memperkuat dakwah, Khofifah juga mengajak MUI mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjelang bonus demografi, sekaligus memperkuat ekonomi syariah dan pengembangan ekosistem industri halal melalui sinergi ulama dan umara.
Ia berharap Mukerda MUI Jatim mampu menghasilkan program kerja yang visioner dan implementatif, khususnya dalam memperkuat dakwah moderat, meningkatkan literasi keagamaan, mempererat ukhuwah, serta menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. MUI Jatim juga telah menyiapkan penguatan dakwah melalui platform digital sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial yang dipicu perkembangan media sosial.
“Kami akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan kelompok-kelompok strategis, sekaligus memperkuat dakwah digital sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat,” kata Abdul Halim.(Red)











