Beranda / RAGAM / Wisata / Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Selopuro Ngawi Gelar Bersih Dusun dan Rebutan Lele di Sendang Nggupe

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Selopuro Ngawi Gelar Bersih Dusun dan Rebutan Lele di Sendang Nggupe

Warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, antusias mengikuti tradisi rebutan ikan lele di Sendang Nggupe. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Warga Dusun Kliteh dan Dusun Sepreh, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, menggelar tradisi Bersih Dusun di kawasan Sendang Nggupe pada Selasa Kliwon di Bulan Besar. Tradisi turun-temurun ini menjadi wujud pelestarian budaya leluhur sekaligus upaya menjaga sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.

Sejak pagi, warga bergotong royong menguras sendang dan membersihkan area di sekitar sumber mata air yang berada di bawah rindangnya pepohonan besar, seperti beringin, sepreh, dan randu alas. Suasana semakin semarak dengan alunan musik gamelan Jawa yang mengiringi rangkaian kegiatan.

Selain kerja bakti membersihkan sendang, masyarakat juga menikmati pertunjukan tari tayub yang menjadi bagian dari tradisi tahunan tersebut. Setelah pertunjukan selesai, Kepala Desa Selopuro Sunarno bersama perangkat desa dan para penari meninjau langsung kondisi sumber mata air yang telah dibersihkan.

Selanjutnya, tokoh agama memimpin doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh warga yang menggantungkan kebutuhan air dari Sendang Nggupe.

Puncak acara berlangsung meriah saat panitia menggelar tradisi tebutan atau rebutan ikan lele. Ratusan warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, turun ke dalam sendang untuk menangkap ikan lele yang ditebar panitia.

Menariknya, panitia menyisipkan beberapa ekor lele bertanda pita merah putih di antara puluhan kilogram ikan yang ditebar. Warga yang berhasil menangkap lele bertanda tersebut berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp50 ribu.

Salah seorang peserta, Wisnu Putra Pratama, mengaku antusias mengikuti tradisi yang digelar setiap tahun itu. Ia bahkan berhasil mendapatkan satu ekor lele bertanda pita setelah bersaing dengan peserta lainnya.

“Seru sekali rebutan ikannya. Lumayan sulit menangkap lele yang ada pitanya. Alhamdulillah dapat hadiah Rp50 ribu. Saya hampir setiap tahun ikut tradisi ini dan selalu senang bisa ikut memeriahkan,” ujarnya.

Kepala Desa Selopuro, Sunarno, menegaskan bahwa tradisi Bersih Dusun merupakan warisan budaya leluhur yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tetapi juga mengandung nilai penting dalam menjaga sumber kehidupan warga.

“Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang. Kami hanya meneruskan dan melestarikannya. Sendang merupakan sumber kehidupan warga sehingga harus dijaga kebersihannya. Harapannya, masyarakat memiliki hati dan jiwa yang bersih serta memperoleh keberkahan. Adanya rebutan ikan lele juga menjadi daya tarik agar anak-anak dan generasi muda ikut mengenal serta melestarikan tradisi ini,” kata Sunarno.

Tradisi Bersih Dusun di Sendang Nggupe digelar setiap tahun pada Bulan Besar, tepatnya Selasa Kliwon. Selain menjaga kelestarian sumber mata air, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan warga dan menjadi sarana mengenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.(And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *