Petugas dan pemilik usaha meninjau kondisi kandang ayam petelur di Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi mengeluhkan bau menyengat dari kandang ayam petelur yang berada dekat permukiman. Selain bau kotoran, limbah berupa bulu ayam juga dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Peternakan dengan populasi sekitar 11 ribu ekor itu telah beroperasi kurang lebih dua tahun. Namun, jarak kandang yang berdekatan dengan rumah warga memicu keluhan yang terus berulang.
Ketua BPD Rejomulyo, Bambang Hariyanto, menegaskan warga meminta perbaikan pengelolaan limbah sekaligus peningkatan komunikasi dari pihak pengelola. “Warga berharap penanganan kotoran lebih optimal dan ada sosialisasi yang jelas,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi langsung melakukan mediasi dan pengecekan lapangan. Hasilnya, DLH menilai perizinan usaha telah lengkap, tetapi pengelolaan limbah masih perlu ditingkatkan.

Kepala DLH Ngawi, Dodi Apriliasetia, menekankan pentingnya penanganan kotoran agar tidak menimbulkan bau dan penumpukan. “Pemilik usaha harus mengoptimalkan pengelolaan limbah karena lokasi kandang dekat permukiman,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik usaha, Isti Rahayu, menyatakan siap melakukan pembenahan sesuai hasil mediasi. Ia berkomitmen meningkatkan pengelolaan limbah agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengganggu warga.
Pemerintah desa berharap langkah ini mampu meredam keluhan warga dan menciptakan keseimbangan antara aktivitas usaha dan kenyamanan lingkungan. (And)










