Beranda / BISNIS / UMKM / Perempuan Penggerak Ekonomi Kreatif, Dian Oerip Angkat Wastra Nusantara dari Ngawi

Perempuan Penggerak Ekonomi Kreatif, Dian Oerip Angkat Wastra Nusantara dari Ngawi

Dian Oerip mengenakan wastra nusantara, menampilkan perpaduan gaya tradisional dan klasik sebagai wujud pelestarian budaya. (Dok.JurnalMesiaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Perempuan tak hanya menjadi simbol emansipasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya. Hal itu tercermin dari kiprah Dian Oerip, pelaku usaha wastra asal Ngawi yang konsisten mengembangkan kain tradisional Indonesia selama hampir dua dekade.

Sejak awal, Dian menekuni wastra bukan sekadar sebagai produk fesyen. Ia melihat kain tradisional sebagai identitas budaya yang sarat nilai filosofis. Karena itu, setiap langkahnya selalu berangkat dari upaya pelestarian sekaligus pemberdayaan.

“Setiap kain memiliki cerita, dibuat dengan ketulusan, doa, dan kekayaan alam dari daerah asalnya,” ujar Dian.

Selanjutnya, pengalaman menjelajah berbagai wilayah di Indonesia memperkuat komitmennya. Ia kemudian mendirikan museum wastra di Ngawi sebagai pusat edukasi dan pelestarian. Tidak hanya menjadi ruang pamer, museum tersebut juga berfungsi mengenalkan nilai historis dan filosofi kain tradisional kepada generasi muda.

Selain itu, Dian terus mengembangkan produk busana berbahan handmade dengan menggandeng perajin dari berbagai daerah. Langkah ini sekaligus memperluas pasar wastra nusantara agar mampu bersaing di industri kreatif.

Di sisi lain, perjalanan Dian tidak lepas dari tantangan. Ia harus menembus berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang tidak mudah. Namun demikian, ia membuktikan bahwa perempuan mampu menghadapi tantangan tersebut.

“Saya melewati banyak tempat dengan medan sulit, tetapi itu tidak menjadi penghalang,” tegasnya.

Lebih jauh, upaya tersebut kini berdampak pada pemberdayaan ekonomi. Sekitar 50 tenaga kerja terlibat dalam usahanya, sebagian besar perempuan. Bahkan, jaringan kemitraan yang dibangun turut memberdayakan para penenun dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan demikian, kiprah Dian Oerip tidak hanya menjaga kelestarian wastra nusantara, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan. Semangat ini sekaligus menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor budaya dan ekonomi kreatif di daerah.(Er)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *