Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama pelajar saat memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026. (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) 2026 yang jatuh pada Minggu (8/3). Ia menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Khofifah menjelaskan, jumlah penduduk Jawa Timur pada semester II tahun 2025 mencapai 42.226.212 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 50,15 persen atau 21.179.156 jiwa merupakan perempuan.
“Komposisi ini menjadi kekuatan besar sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah,” ujar Khofifah di Surabaya.
Selanjutnya, ia menyebut berbagai indikator pembangunan gender di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2024 tercatat sebesar 92,19 atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 91,85.
Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur juga mengalami perbaikan. Angkanya turun dari 0,423 pada 2023 menjadi 0,347 pada 2024.
“Capaian ini berada di bawah rata-rata nasional sebesar 0,421 dan menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia,” jelasnya.
Di sisi lain, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 20 persen. Sementara itu, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.
Meski demikian, Khofifah mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut antara lain kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan anak, serta persoalan stunting.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kebijakan perlindungan perempuan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret sebagai momentum global untuk memperjuangkan kesetaraan gender. Mengutip laman UN Women, tema peringatan tahun 2026 adalah “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls.”
Tema tersebut menekankan pentingnya pemenuhan hak, keadilan, serta aksi nyata bagi seluruh perempuan dan anak perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Khofifah berharap perempuan di Jawa Timur terus meningkatkan kapasitas, berdaya secara ekonomi, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.
“Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” pungkasnya.(Red)










