Warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, mengikuti tradisi potong rambut massal di halaman masjid setempat sebagai simbol membersihkan diri menyambut Ramadan 1447 Hijriah. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, menggelar tradisi potong rambut massal menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan unik tersebut menjadi simbol membersihkan diri sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Warga memusatkan kegiatan di halaman masjid desa setempat. Sejak pagi, anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengantre untuk mengikuti cukur massal yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Masyarakat memaknai tradisi potong rambut massal ini sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ungkapan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan penuh berkah.
Salah satu warga, Kukuh Setia Sembodo, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya memberikan layanan cukur gratis, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan yang jarang ditemui di hari biasa.
Tokoh masyarakat setempat, Bambang Suparyono, menegaskan bahwa warga rutin menggelar tradisi cukur massal setiap tahun. Ia menyebut masyarakat terus menjaga tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial.
Menariknya, para tukang cukur memberikan layanan secara sukarela tanpa memungut biaya. Semangat gotong royong pun terlihat kuat dalam kegiatan tersebut.
Selain menggelar potong rambut massal, warga juga mengadakan kerja bakti membersihkan area masjid. Mereka menyapu, mengepel, dan merapikan lingkungan sekitar agar tempat ibadah tetap bersih dan nyaman selama Ramadan.
Melalui tradisi potong rambut massal di Ngawi ini, warga Desa Tempuran berharap nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap terjaga dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menyucikan diri dalam menyambut Ramadan.(And)










