Beranda / REGIONAL / Sinergi Muslimat NU dan BPN Jatim, Khofifah Targetkan Sertifikasi Aset Rampung

Sinergi Muslimat NU dan BPN Jatim, Khofifah Targetkan Sertifikasi Aset Rampung

Khofifah Indar Parawansa menyampaikan arahan dalam kegiatan percepatan sertifikasi aset Muslimat NU Jawa Timur bersama Kanwil BPN Jatim di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu (31/12). (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan sertifikasi aset PW dan PC Muslimat NU Jawa Timur melalui penguatan sinergi dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu (31/12).

Khofifah menegaskan pentingnya kepastian hukum atas aset organisasi yang selama ini lahir dari perjuangan kolektif jamaah Muslimat NU. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Kanwil BPN Jatim yang hadir langsung untuk memberikan penjelasan teknis sekaligus membuka ruang dialog dengan pengurus Muslimat NU se-Jawa Timur.

Menurut Khofifah, mayoritas aset Muslimat NU berasal dari swadaya jamaah, mulai dari iuran pengajian, tradisi jimpitan, hingga sumbangan hasil bumi. Oleh karena itu, percepatan sertifikasi dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi aset dan menghormati jerih payah jamaah.

Ia juga optimistis target penyelesaian sertifikasi dalam rentang Januari hingga Maret dapat mempercepat terwujudnya keamanan aset kelembagaan. Dengan legalitas yang jelas, aset Muslimat NU akan terhindar dari potensi sengketa dan tetap bermanfaat bagi generasi mendatang.

Khofifah Indar Parawansa bersama pengurus Muslimat NU dan Kanwil BPN Jatim usai kegiatan percepatan sertifikasi aset di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri menegaskan kesiapan pihaknya membantu percepatan sertifikasi aset Muslimat NU pada 2026. Ia menyebutkan pemerintah menargetkan penerbitan 513.000 sertifikat tanah, termasuk sekitar 40.000 sertifikat tanah wakaf.

Asep Heri menjelaskan, sejumlah aset pendidikan Muslimat NU seperti Playgroup dan TK masih belum bersertifikat. Untuk itu, BPN Jatim akan memetakan aset ke dalam empat kluster, yakni aset dengan dokumen lengkap, dokumen tidak lengkap, tanpa dokumen, dan aset bermasalah. Penanganan akan dilakukan oleh tim khusus bersama pihak terkait.

Selain itu, BPN Jatim membuka peluang kolaborasi dengan notaris dan pemanfaatan CSR guna meringankan biaya administrasi, termasuk penyediaan materai.

Melalui sinergi ini, BPN Jatim berharap percepatan sertifikasi aset Muslimat NU dapat berjalan efektif, sekaligus memperkuat perlindungan hukum terhadap aset keagamaan dan sosial di Jawa Timur.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *