Relawan dari aliansi mahasiswa gabungan Ngawi menyapa pengendara di perempatan Tugu Kartonyono dalam aksi “Open Donasi for Sumatra” yang bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Sabtu (20/12/2025). (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Semangat solidaritas lintas pulau kembali menguat di Kabupaten Ngawi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa gabungan turun ke jalan dan menggelar aksi penggalangan dana bertajuk Open Donasi for Sumatra di kawasan perempatan Tugu Kartonyono, Sabtu (20/12/2025).
Berkolaborasi dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI), aksi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Selasa (23/12/2025). Para mahasiswa membawa kotak donasi dan poster ajakan kepedulian, lalu menyapa para pengguna jalan yang melintas di salah satu titik paling strategis di pusat Kota Ngawi.
Aksi tersebut muncul sebagai respons atas kondisi darurat yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra akibat bencana alam. Melalui gerakan ini, mahasiswa Ngawi menegaskan bahwa jarak geografis tidak menghalangi tumbuhnya empati dan solidaritas nasional.

Presiden BEM Universitas Soerjo Ngawi, Dimas Aradhea Wibowo, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang peka terhadap isu kemanusiaan.
“Gerakan ini tidak sekadar mengumpulkan donasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian mahasiswa Ngawi terhadap duka yang dirasakan saudara-saudara kita di Sumatra. Kami memilih Tugu Kartonyono karena menjadi pusat aktivitas masyarakat sehingga pesan kemanusiaan dapat tersampaikan lebih luas,” ujar Dimas.
Selain itu, kehadiran mahasiswa di ruang publik juga mencerminkan kepedulian terhadap pentingnya kecepatan penanganan bencana. Melalui penggalangan dana langsung, mahasiswa mendorong agar solidaritas masyarakat dapat bergerak cepat dan saling melengkapi upaya formal pemerintah.
Menurut Dimas, kolaborasi dengan LMI bertujuan memastikan transparansi pengelolaan donasi sekaligus menjamin penyaluran bantuan tepat sasaran kepada warga terdampak bencana di Sumatra.
“Kami menggandeng LMI agar manajemen donasi dan distribusi bantuan berjalan profesional serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Meski cuaca di Ngawi kerap berubah, para mahasiswa tetap bertahan di lokasi aksi. Hingga hari kedua pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Banyak pengendara dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya ke dalam kotak donasi yang disediakan.
Melalui aksi ini, mahasiswa Ngawi berharap bantuan yang terkumpul mampu meringankan beban korban bencana, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok. (Saa)










