Beranda / RAGAM / Anggaran BGN Belum Cair, SPPG Dahlia Kandangan Ngawi Hentikan Operasional Sementara

Anggaran BGN Belum Cair, SPPG Dahlia Kandangan Ngawi Hentikan Operasional Sementara

Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dahlia di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, tampak tutup sementara menyusul belum cairnya anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, menghentikan operasional sementara mulai Senin (15/12/2025). Penghentian layanan ini terjadi karena anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) hingga kini belum cair.

Kepala SPPG Dahlia, Efanto, menjelaskan bahwa pihaknya menghentikan operasional mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ia menyebut pihaknya telah mengajukan proposal pencairan anggaran ke BGN pusat sejak 24 November hingga 6 Desember 2025, namun hingga kini BGN belum merealisasikan anggaran tersebut.

“Sejak proposal kami ajukan sampai sekarang belum ada pencairan. Karena itu, operasional SPPG terpaksa kami hentikan sementara,” ujar Efanto.

Ia menambahkan, kebutuhan anggaran operasional SPPG Dahlia mencapai sekitar Rp25 juta per hari. Dana tersebut mendukung seluruh layanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, anggaran itu membiayai pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga operasional harian program.

SPPG Dahlia Desa Kandangan mulai beroperasi sejak 17 September 2025. Selama berjalan, layanan ini menjangkau 16 sekolah dengan total 2.453 siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, penghentian sementara operasional berdampak langsung pada 47 karyawan dan relawan, sehingga manajemen meliburkan mereka untuk sementara waktu.

Pihaknya mendorong BGN segera mencairkan anggaran yang telah diajukan agar layanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan normal. Dengan begitu, ribuan siswa di wilayah Desa Kandangan dan sekitarnya bisa kembali menerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis.

Sementara itu, salah satu guru TK di Desa Kandangan, Atun, menyampaikan sekolah telah menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara layanan MBG. Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada para wali murid.

sampai waktu yang belum ditentukan,” kata Atun.(And)

“Kami telah menyampaikan kepada orang tua agar sementara waktu anak-anak membawa bekal dari rumah, karena Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Atun. (And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *