Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpose bersama trofi dan piagam Woman Empower Woman Award 2025 yang dianugerahkan Majalah Kebaya Indonesia dan Majalah Inspiratif di Jakarta, (4/12/2025). (Dok.JurnalMediaNusa).
Jakarta (JurnalMediaNusa) — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Woman Empower Woman Award 2025 dari Majalah Kebaya Indonesia dan Majalah Inspiratif yang didukung Kemenko Pemberdayaan Masyarakat serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).
Penghargaan tersebut diserahkan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dwi Agustin, yang mewakili Gubernur Khofifah. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Khofifah dalam pelayanan publik dan penguatan peran perempuan di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa dirinya terus mendorong layanan terbaik bagi masyarakat, termasuk kelompok perempuan. Ia menyebut salah satu program yang menjadi fokus ialah Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara, sebuah inisiatif bagi perempuan rentan yang berperan sebagai tulang punggung keluarga.
“Program KIP Putri Jawara diberikan kepada para perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Khofifah, Sabtu (6/12/2025). Ia menambahkan bahwa program tersebut menjadi upaya Pemprov Jatim untuk meringankan beban perempuan tangguh sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat rentan.
Menurut Khofifah, KIP Putri Jawara merupakan bentuk keberpihakan pemerintah provinsi terhadap warga yang belum tersentuh bantuan nasional. Program ini menegaskan peran perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga. “Mereka bukan tulang rusuk, mereka tulang punggung ekonomi keluarga,” tegasnya.
Selama 2025, program KIP Putri Jawara telah menjangkau 1.610 penerima manfaat di 15 kabupaten/kota, antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Tulungagung, Kota Batu, Kota Kediri, Kota Probolinggo, dan Surabaya. Setiap penerima bantuan menerima Rp 3 juta serta pelatihan peningkatan usaha.
Penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari driver ojek online, penyintas kekerasan, orang tua dengan anak stunting, hingga korban perdagangan manusia. Mereka merupakan perempuan yang telah memiliki usaha tetapi membutuhkan dukungan untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
Khofifah memastikan Pemprov Jatim terus menyediakan pendampingan usaha dan pelatihan kewirausahaan melalui dinas terkait. Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak berhenti pada kebutuhan konsumtif, melainkan benar-benar meningkatkan taraf hidup keluarga miskin dan rentan secara berkelanjutan.
“Lewat KIP Putri Jawara, saya ingin memastikan semangat mewujudkan Jatim Sejahtera sebagai bagian dari Nawa Bhakti Satya melalui pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi perempuan dan kelompok rentan,” tandasnya.(Red)










