Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan ASN saat halal bihalal usai apel pagi di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur usai libur Idul Fitri 1447 H, Rabu (25/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas layanan publik.
Pemprov Jawa Timur juga menggelar halal bihalal secara sederhana dan khidmat bersama ASN dan BUMD. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat pengabdian pasca Lebaran. Turut hadir Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin.
Khofifah memastikan kebijakan WFH mulai diterapkan pada April 2026 dan berlaku setiap hari Rabu. Sementara itu, ASN tetap bekerja dari kantor pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Ia menegaskan, kebijakan tersebut selaras dengan upaya penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menekankan WFH bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut disiplin, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah wajib memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama pada sektor strategis.
Selain itu, Pemprov Jatim memilih skema WFH dibandingkan Work From Anywhere (WFA) karena dinilai lebih efektif dalam menjaga produktivitas ASN. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan konsumsi BBM, mengingat rata-rata ASN menempuh perjalanan sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari.
Khofifah menilai hari Rabu sebagai waktu paling ideal untuk penerapan WFH. Ia menghindari pelaksanaan pada Jumat guna mencegah potensi long weekend yang justru dapat meningkatkan penggunaan BBM.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan seluruh layanan publik harus kembali normal 100 persen dalam satu pekan pasca libur Lebaran. Ia juga meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan pengawasan ketat terhadap kehadiran dan kinerja ASN.
Ia menambahkan, momentum Idul Fitri harus menjadi titik awal untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan profesionalitas ASN. Nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab yang terbentuk selama Ramadan harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak boleh ada penurunan ritme kerja. ASN harus tetap produktif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.
Usai apel, Khofifah bersama jajaran Pemprov Jatim melanjutkan kegiatan halal bihalal dengan ASN dan pimpinan BUMD. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk bersalaman serta mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.(Red)










