Beranda / REGIONAL / Khofifah Jajaki Kerja Sama Sister Province Jawa Timur–Samarkand, Perkuat Hubungan Indonesia–Uzbekistan

Khofifah Jajaki Kerja Sama Sister Province Jawa Timur–Samarkand, Perkuat Hubungan Indonesia–Uzbekistan

Gubernur Khofifah menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN Oybek Eshonov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (13/2). (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama sister province antara Jawa Timur dan Samarkand, kota tertua di Asia Tengah yang menjadi wilayah strategis di Uzbekistan. Penjajakan tersebut berlangsung saat Khofifah menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (13/2).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana penandatanganan kerja sama sister province yang mencakup sektor perdagangan, pendidikan, kebudayaan, hingga penguatan jejaring masyarakat.

Khofifah menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Pemprov Jatim telah memproses tahapan administrasi sesuai regulasi. Ia menjelaskan, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan sebelum melanjutkan ke tahap penandatanganan dan persetujuan DPRD Jawa Timur.

Rencananya, penandatanganan kerja sama dilakukan bersamaan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada 4–7 April mendatang.

Selain kerja sama ekonomi, Khofifah menekankan kedekatan historis dan spiritual antara Jawa Timur dan Samarkand. Ia menyebut banyak santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand. Bahkan, rombongan Pesantren Ploso Kediri yang dipimpin Kyai Nurul Huda saat ini tengah berada di kota tersebut untuk kegiatan keagamaan.

Khofifah juga menyinggung keterkaitan sejarah penyebaran Islam di Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa salah satu Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim, diyakini memiliki hubungan dengan wilayah Asia Tengah, termasuk Samarkand. Menurutnya, aspek historis dan kultural ini memperkuat fondasi hubungan Jawa Timur dan Uzbekistan.

Dari sisi perdagangan, hubungan kedua wilayah menunjukkan tren positif. Pada Januari–Oktober 2025, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai USD 9,36 juta. Komoditas utama meliputi lemak dan minyak nabati, makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.

Sementara itu, impor Jawa Timur dari Uzbekistan tercatat USD 43,06 juta, dengan pupuk sebagai komoditas utama yang mendukung sektor pertanian di Jatim.

Dubes Uzbekistan Oybek Eshonov mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat hubungan bilateral. Ia berharap kerja sama sister province Jawa Timur–Samarkand dapat segera terealisasi dan memberi manfaat bagi kedua wilayah.

Menjelang Ramadan, Dubes Oybek juga menyampaikan ucapan Ramadhan Mubarak bagi masyarakat Indonesia dan Uzbekistan, seraya mendoakan keberkahan dan kesehatan bagi kedua bangsa.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *