Beranda / REGIONAL / Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Jaga Alam dan Peduli Lingkungan

Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Jaga Alam dan Peduli Lingkungan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam bibit pohon dalam rangka peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga alam melalui gerakan menanam, merawat, dan peduli lingkungan. Ajakan ini ia sampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Jumat (10/1).

Menurut Khofifah, momentum ini menjadi pengingat penting bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam pohon di sekitar rumah, lereng gunung, kawasan pantai, hingga hutan.

“Menanam pohon adalah ikhtiar kita menjaga alam. Ketika alam kita rawat, alam akan menjaga kehidupan kita,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Khofifah menegaskan, penanaman pohon memberi dampak nyata bagi pelestarian lingkungan, mulai dari mencegah abrasi, menjaga ekosistem, hingga menyerap emisi karbon. Ia pun konsisten menanam pohon dan mangrove di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Pacitan dan Bangkalan.

Ia menyoroti peran strategis mangrove yang mampu menyerap karbon dioksida hingga lima kali lebih besar dibanding tanaman darat. Upaya berkelanjutan ini mendorong peningkatan signifikan luas hutan mangrove di Jawa Timur.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, luas mangrove Jawa Timur mencapai 30.839 hektare, meningkat 3.618 hektare atau 13,29 persen dibanding 2021. Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan luasan mangrove terbesar di Pulau Jawa.

Di sektor daratan, kondisi lingkungan juga menunjukkan tren positif. Luas lahan kritis di Jawa Timur turun dari 432.225 hektare pada 2018 menjadi 370.544 hektare pada 2024, mencerminkan keberhasilan menjaga tutupan hutan secara konsisten.

Selain berdampak ekologis, Khofifah menekankan bahwa gerakan menanam pohon juga bernilai ekonomi. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan (NTE-KTH) tertinggi nasional tahun 2025, dengan total omzet mencapai Rp1,63 triliun.

Tak hanya itu, melalui program Perhutanan Sosial, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jawa Timur juga mencatat nilai transaksi tertinggi nasional sebesar Rp447,22 miliar pada 2025.

Khofifah mengungkapkan, kebiasaan menanam pohon telah ia lakukan bersama keluarga sejak 1991. Ia bahkan mendorong agar karangan bunga dalam berbagai acara seremonial diganti dengan pohon hidup.

“Biarlah hidup itu menghidupkan, urip gawe urup,” tuturnya.

Ia menambahkan, penanaman pohon juga berperan penting dalam mitigasi bencana, memperkuat daerah aliran sungai, serta menjaga ketersediaan sumber air.

“Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi kehidupan masa depan. Mari terus menanam, menjaga alam, dan merawat lingkungan,” pungkasnya.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *