Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut Dubes Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). (Dok.JurnalMediaNusa)
Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis Jawa Timur dan Swedia di sektor transportasi publik, pendidikan, energi, kesehatan, dan industri.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Jatim memprioritaskan kolaborasi pengembangan transportasi publik melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Khofifah menilai Swedia memiliki pengalaman dan teknologi mumpuni di bidang manajemen transportasi, sistem ticketing, hingga solusi mobilitas perkotaan.
Selain itu, ia menyebut perusahaan Swedia juga telah lama berinvestasi di Jawa Timur, termasuk sektor perkapalan di Banyuwangi yang telah berjalan sekitar 30 tahun. Karena itu, ia optimistis kolaborasi dapat berkembang lebih luas, terutama untuk mendukung modernisasi transportasi di Surabaya dan sekitarnya.
Di sektor pendidikan, kedua pihak membahas peluang beasiswa dan pertukaran akademik. Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember guna menjajaki kerja sama program doktoral bidang kesehatan (Medical PhD).

Tak hanya pendidikan tinggi, kerja sama juga menyasar penguatan kapasitas siswa SMA Taruna berbasis boarding school di Jawa Timur, terutama dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris agar lulusan memiliki daya saing global.
Khofifah berharap pembahasan tersebut segera ditindaklanjuti secara teknis oleh kedua belah pihak sehingga memberi dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Sementara itu, Dubes Swedia Daniel Blockert menegaskan kunjungannya bertujuan memperluas jejaring kerja sama antara Pemerintah Swedia dan Jawa Timur sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia.
Ia menyebut sektor transportasi umum dan pendidikan menjadi prioritas jangka pendek. Dalam sektor transportasi, Swedia siap berpartisipasi melalui teknologi industri otomotif seperti Scania dan Volvo yang telah hadir di pasar Indonesia.
Selain itu, sejumlah perusahaan besar Swedia seperti IKEA, Electrolux, dan H&M juga membuka peluang ekspansi pasar maupun produksi di Jawa Timur.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama strategis Swedia dan Jawa Timur ke depan,” ujarnya.(Red)










