Peserta dan narasumber berfoto bersama usai Sosialisasi Peningkatan Inklusi Keuangan yang digelar Rumah Aspirasi Mbah Kung di Nata Azana Hotel Ngawi, Senin (22/12/2025). (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Rumah Aspirasi Mbah Kung menggelar Sosialisasi Peningkatan Inklusi Keuangan sebagai langkah konkret memperkuat tata kelola ekonomi desa. Kegiatan yang berlangsung di Nata Azana Hotel Ngawi, Senin (22/12/2025), ini menghadirkan pemangku kebijakan pusat dan daerah, akademisi, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi.
Sejumlah tokoh strategis turut hadir, antara lain Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Jawa Timur VII Budi Sulistyono (Kanang), Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Waluyo, Inspektur Kabupaten Ngawi, serta perwakilan DPRD Kabupaten Ngawi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekonomi desa berbasis inklusi keuangan.

Dalam pemaparannya, Budi Sulistyono menekankan peran strategis BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi lokal, khususnya di wilayah Kecamatan Paron, Ngawi, dan Pitu. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat desa hingga tingkat pusat.
“Kami berkomitmen penuh memperjuangkan penguatan anggaran serta pengembangan kerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara). Pengelolaan keuangan desa harus berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas pria yang akrab disapa Mbah Kung itu.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya penguatan legalitas dalam perluasan inklusi keuangan. Dari perspektif hukum, pemahaman regulasi yang komprehensif menjadi fondasi utama untuk meminimalkan risiko digital, termasuk penyalahgunaan data pribadi dan berbagai modus penipuan di era siber. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam menegakkan perlindungan konsumen dan menciptakan sistem keuangan yang berkeadilan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, mengungkapkan perkembangan positif literasi keuangan di daerahnya. Menurutnya, minat masyarakat terhadap pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Jumlah investor pasar modal di Kabupaten Ngawi terus bertambah. Ini menjadi indikator bahwa literasi keuangan masyarakat semakin membaik. Namun, pendampingan tetap penting agar masyarakat berinvestasi secara bijak, legal, dan aman,” jelas Sodiq.
Melalui sosialisasi ini, penyelenggara berharap kegiatan tidak berhenti pada seremoni semata. Sebaliknya, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengelola keuangan desa secara profesional. Dengan inklusi keuangan yang semakin kuat, Kabupaten Ngawi diyakini dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan. (Saa)










