Kondisi dapur rumah warga di Kecamatan Ngrambe, Ngawi, roboh setelah tergerus derasnya arus sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi, Selasa (20/1/2026). (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ngawi menyebabkan debit air sungai di sejumlah wilayah permukiman meningkat tajam. Akibatnya, dapur rumah milik warga di Kecamatan Ngrambe roboh setelah tergerus derasnya arus sungai, Selasa sore (20/1/2026).
Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Sukarti (50), warga Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe. Dapur rumah yang berdiri tepat di bantaran sungai ambrol dan roboh. Selain itu, arus sungai juga menghanyutkan sejumlah perabotan rumah tangga milik korban.
Berdasarkan video amatir warga yang beredar, aliran sungai tampak meluap dengan arus sangat deras hingga menggerus pondasi bangunan. Tekanan air yang terus meningkat membuat struktur bangunan bagian belakang rumah tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh.
Sementara itu, Yusuf Subiyantoro (17), anak pemilik rumah, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai di belakang rumah naik secara cepat.
“Waktu itu hujan deras, air sungai naik dengan cepat. Tidak lama kemudian pondasi belakang rumah tergerus dan dapur langsung roboh. Perabotan di dapur ikut hanyut ke sungai,” ujar Yusuf.
Akibat kejadian itu, keluarga korban kini merasa khawatir longsoran akan semakin meluas. Pasalnya, beberapa bagian tembok rumah lainnya mulai mengalami retakan dan berpotensi roboh apabila hujan deras kembali terjadi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ngawi, Rudi Budiyantoro, memastikan pihaknya telah melakukan penanganan awal. BPBD Ngawi berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Dinas Sosial untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat kepada korban.
“Langkah awal kami lakukan pendataan dan pemberian bantuan darurat. Selanjutnya, kami akan memasang bronjong sebagai penahan tebing agar longsoran tidak semakin melebar,” jelas Rudi.
BPBD Ngawi juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat intensitas curah hujan di wilayah Ngawi masih tinggi, potensi longsor dan banjir susulan tetap perlu diantisipasi. (And)










